Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Rabu, 03 Desember 2014

skrip**


What.. script shit..
Siapa yang bilang nulis skrip itu susah?
Yaelah kayak gak kenal Gw aja. Belom baca blog Gw kali yak.
Nulis itu kayak makan. Gak mikir kalo mau nulis. Apa lagi guru Bahasa Indonesia Gw selalu bilang kalo perbendaharaan kata Gw banyak, dan lebih pinter merangkai kata-kata dari yang lainnya.
Udah berapa banyak makalah yang Gw buat? Trus proposal-proposal yang gol?..
Acara apa yang udah Gw panitiain (di sekolah sama kampus ya, Gw gak punya waktu kalo yang dirumah)? Banyak, saking banyaknya sampe Gw lupa. Butuh sertifikat? Ada..
Terus apa masalahnya?? Kok susah banget cuma nulis begitu aja..
Itu dia masalahnya.
Gw terlalu cepet puas, Gw ngerasa udah cape sama yang Gw tulis sebelumnya. Gw terlalu sibuk, sampe gak punya waktu buat mikir. Jadi kalo ada yang harus disalahin, ya diri Gw yang harus disalahin..
Gak adil.. Iya lah, buat Gw gak adil kalo ada anak yg kerjanya kuliah pulang, kuliah pulang (a.k.a kupu-kupu) trus lulus cepet dengan nilai yang sempurna. Gimana gak, jelas-jelas Gw ngelakuin lebih banyak hal dari pada mereka. Dan lebih banyak yang Gw hasilin. Gak adilkan..
Tapi kan itu cuma dari sudut pandang Gw sebagai manusia yang dikelilingin nafsu (baca emosi), toh bukan itu maksudnya Tuhan.
Mungkin Tuhan memang kasih kesempatan lebih buat Gw dapet pengalaman-pengalaman hebat, karena kata pepatah 'pengalaman adalah guru terbaik'. Atau mungkin juga Gw lagi diuji, karena kan katanya 'Tuhan akan menguji umat yang disayanginya' biar derajatnya naik gitu... Atau apalah itu, yang pasti ada campur tangan hebat Tuhan dibalik semua itu (karena Gw beragama, jadi Gw yakin)..
Tapi Gw bakal muak banget sama orang yang punya fasilitas lebih dari cukup, dan kesempatan lebih banyak, tapi diasia-siain cuma buat main-main dan alhasil D.O dari kampus. B**o namanya..
Trus gima sama mahasiswa/i lain yang nasibnya sama kaya Gw??
Ya gak gimana-gimana, mereka, mereka. Gw ya Gw. Kan katanya 'Tuhan tak akan merubah nasib seseorang, melainkan orang tersebut yang mengubah nasibnya sendiri'.
Gw gak maksud dukung orang yang lulusnya cepet, atau membolehkan orang yang lulusnya lama. Ini masalah yang gak semua orang sama latar belakangnya, jadi motivasi setiap orang juga beda-beda.
Mestinya kalo orang yang berilmu pernah denger yang namanya multiple intelegent, kecerdasan majemuk. Setiap orang itu unik, ya wajar aja beda outputnya.
Ayo lah, kita revolusi mental. Ya masa cuma kabinetnya Jokowow aja yang revolusi mental.
Ini masalah idealitas dan realiatis. Saat kita diombang-abingkan ombak yang harusnya biasa kita terpa, kita malah jadi takut sama diri sendiri. Kayak Gw yang kalau fokus dan memungkinkan pasti bisa nulis skrip itu dalam waktu 3 bulan, Gw yakin. Tapi toh Gw jadi takut sama diri Gw sendiri. Prinsipnya Gw mau nulis apa yang menurut Gw menarik, trus Gw inget kalo itu mungkin gak sesuai harapan dosen Gw, atau Gw takut jadi disuruh bikin yang lebih luas. Alhasil Gw mogok nulis.
Liatkan, bukan karena Gw gak mau nulis. Tapi karena banyak yang dipertimbangkan, apalagi ada prioritas lain. Tambah ribet kan. Jadi ada yang harus dikorbanin sebagai bayaran buat hal besar yang mau kita capai (ya kaya pacar Gw yang mau gw korbanin :D)
Ahh sudah lah, aku lelah.. huhh..
Intinya, lo yang lulus cepet jangan cepet puas. Tapi bikin diri lo berguna. Gak ada gunanya kalo lo dari SD dapet rengking, tapi gak bisa bikin orang lain dapet rengking. Mubadzir ilmunya berhenti di lo. Trus jangan lupa ibadah, dengan bantu support temen-temen lo ya lagi berjuang hidup dan mati (termasuk Gw).
Dan buat lo yang lama lulusnya (lagi-lagi termasuk Gw), berarti lo masih punya PR. Pertanggungjawaban lo ke kedua orangtua lo. Jadi mesti tuntas. Yang sabar dan jangan selalu berburuk sangka, apa lagi berhenti untuk yakin sama kemampuan diri lo sendiri.
Nah, catet baik-baik tanggal kapan Gw posting tulisan ini. Lihat hasilnya ntar. Apakah Gw dan lo yang juga lagi berjuang diluar sana, bisa buktiin kalo kita bisa jadi yang, walau bukan membanggakan tapi membahagiakan.


Ini hasil kontemplasi Gw hari ini,
Gak gampang bro bikin konsep kayak gini,
Apa lagi konsep yang sesuai harapan dosen pembimbing lo :(


Kamis, 20 November 2014

Bagian 6 - Ingkar dan Dusta


Pagi selalu menjanjikan mentari yang hangat,
Bintangpun tak pernah ingkar pada rembulan..
Begitu tepat mereka pada janjinya. Tak seperti manusia yang bahkan selalu berusaha untuk ingkar.
Aku pun hanya manusia, satu diantara berjuta yang ingkar. Menjauh dari impian, berdusta pada harapan. Karena aku bagian dari manusia.
Sajak-sajak indah hadir saat kasih menyesakkan hati. Dan diam adalah pertanda kala hati remuk tak bersisa karena sesal. Selalu demikian. Datang dan pergi tanpa pernah dapat dicegah.
Mungkin cintanya begitu dalam. Sampai tak mampu menahan untuk tetap tinggal, dan memilih pergi. Karena malu tak dapat penuhi janji, dan hanya ingkar pada mulut yang bahkan belum sempat terkatup. Sungguh menyedihkan.


Kamis, 13 November 2014

Bagian 5 - Rindu Selama Mungkin


Tak terbayangkan sebelumnya, bahwa rindu dapat menjadi begitu menyiksa kala berlarut-larut.
Tak mudah, tak akan pernah rindu ini mereda tanpa menghapus ego mata ini untuk menatap mu.
Tau kah kau, aku iri. Aku selalu iri pada semua yang tak dapat ku sentuh.
Aku iri pada matahari yang selalu menyinari mu, memberikan cahayanya untuk menerangi jalan mu.
Aku iri pada para gemerlap bintang malam, yang walau tak selalu kau pandang, tapi akan mendapat pujian mu kala kau memandang.
Aku pun iri pada angin yang dapat selalu membelai mu, menghapus keringat dan lelah mu. Angin yang selalu kau nikmati, dan kau nanti.
Ya, aku tak mungkin menjadi semua itu. Tapi aku yakin, tak salah jika menitipkan mu pada-Nya sang pemilik semua itu. Dia lebih pandai menjaga mu, lebih lembut mengasihi mu.
Biar Dia yang menjaga mu..

Hidup tak pernah mudah, bagi ku atau siapapun. Dan aku nyaris menyerah.
Aku harap kau dapat menjadi alasan. Alasan untuk bertahan. Dan alasan untuk pergi jauh jika aku gagal kelak, karena aku tak akan sampai hati menambah beban mu sebab gagal ku.
Aku lebih suka memandang mu dari kejauhan, karena itu cukup mengobati rindu yang menyiksa ini. Tanpa perlu menyapa mu. Tanpa ucapan apapun.
Akan ku nikmati indah mu. Selama mungkin.

Aku bermimpi tentang mu.
Kau menjadi langit yang menaungi ku. Menjadi tanah yang ku pijak dengan pasti.
Dan kau menjadi selimut. Ya, sebuah selimut yang akan mendekap ku dimalam yang menakutkan. Menjaga ku dari dingin yang menusuk. Dan menutup tubuh ringkih tak berdaya ini. Tapi itu hanya impian.

Tapi nyatanya hidup memang sulit. Tapi bermimpi bukanlah dosa. Kan ku nikmati sakit dan mimpi ku. Selama mungkin.

Jumat, 24 Oktober 2014

love life













Mestinya


Saat kau memecahkan sesuatu karena aku,
Sungguh kau juga sudah memecahakan hati ku..
Bagaimana mungkin aku bisa tak membenci diri ku sendiri,
Karena telah membuatmu menjadi monster.
Kau mestinya adalah makhluk yang lembut,
Lalu kau berubah menjadi kasar.
Semua cukup menjelaskan aku tak baik untuk mu,
Aku merubah mu.

Senin, 01 September 2014

Daily_pict

Salah satu murid terbawel dan manja ^_^ Laya


"Ice Cream Day", at Senayan. With sisters.


Si Dean, di TMII. 


Buka puasa bersama temen-temen Modern Plus dan Robotic


Alin's wedding party. With the girls. PAUDers.


Si bocah udah pada gede. Mainnya jauh. TMII.


TMII. Susah nian mau satu frame sama si Dean.


Car free day'an di Monas. Yang kecil jago ngabisin duit.


MTGW. At Metro TV Kedoya.


Sepupu kesayangan. Apa lagi waktu kecil cowo sendiri.

Bagian 4 - Iri

Aku sungguh iri pada masa lalu mu..
Saat kau merasa begitu bebas melangkah sesuka hati mu,
Saat kau menikmati hal-hal yang kau lakukan,
Dan beribu saat yang kau habiskan dalam tawa..
Bukan kau yang sekarang,
Kau yang lelah menyelesaikan apa yang sudah kau mulai,
Kau yang tak sempat menertawakan hal bodoh,
Kau entah sedang mengejar apa..
Apakah aku yang terlalu memaksa mu berlari??..
Apakah aku yang menyiksa mu dengan berjuta tuntutan??..
Aku hanya ikin kau hidup bahagia,
Ingin agar kau hidup dengan layak,
Hidup dengan impian tinggi dan tak cepat puas..
Semoga kita masih berada di sisi yang sama,
Tetap berjalan beriringan,
Tetap melangkah menuju harapan.
I hope you'll be my start to make my dreams come true,
You'll be the answer of all my wish,
The end of my sadness..
Our couple leg

Minggu, 03 Agustus 2014

Untuk engkau yang merasa sendiri

Dari mana harus memulainya..
Bagaimana dengan menyadari bahwa tak ada satu hal-pun terjadi tanpa suatu alasan.
Banyak hal terjadi yang menurut Gw secara pribadi adalah rencana hebat Tuhan yang memang terjadi karena suatu alasan.
Seorang ayah yang sakit, yang memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk memperoleh banyak pahala saat mengurusnya.
Atau seorang anak yang diam-diam mendoakan kematian ibunya, karena tak sanggup melihat ibunya merasakan penyakitnya sendirian.
Orangtua yang melihat anaknya lahir, dan melihat anak yang dibesarkannya pergi lebih dulu agar mereka dapat lebih menghargai anaknya yang lain yang masih hidup.
Mereka yang pernah melihat teman yang tumbuh besar bersamanya meregang nyawa dihadapannya, lalu mereka belajar bahwa hidup sangat singkat untuk disia-siakan.
Banyak, dan banyak lagi..
Tapi haruskah Gw mengalami semua itu untuk memahami?
"Lo gak ngerti, karena lo gak pernah ngerasain...", Gw sangat familiar dengan kalimat ini. Kalimat itu benar, mereka gak akan pernah ngerti sama apa yang terjadi sama Gw. Tapi juga harus diingat bahwa Gw juga gak ngerti sama apa yang mereka alami.
Ya, kadang kita lupa itu.
Karena Tuhan tak pernah menguji umat-Nya diluar batas kemampuannya. Itu sebabnya ujian setiap orang berbeda. Karena ujian membawa kita naik kelas, membuat kita menjadi lebih baik, dengan kadar kita masing-masing.
Kita memang harus tau rasanya sakit, agar menyukuri ni'mat sehat. Atau kita harus merasakan dulu kesedihan, agar kita tau bahwa bahagia itu begitu berarti. Mungkin kita harus kehilangan dulu, agar nantinya pandai menjaga apa yang kita miliki.
Karena sering kali kita hanya perlu menerima, ada hal yang memang harus terjadi diluar kuasa kita.
Mungkin kita pernah disakiti seseorang. Tapi bagaimana mungkin, apa alasannya? Tak mungkin seseorang menyakiti orang lain jika ia tak disakiti. Kita sering lupa, saat kita disakiti sesungguhnya orang yang kita sakiti merasa lebih sakit. Lalu mengapa tidak terima saja rasa sakitnya. Karena saat kita membalasnya maka akan ada yang tersakiti, lalu mereka membalas sakitnya, dan begitulah seterusnya. Hingga akhirnya terlambat disadari bahwa kita telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk merasakan kesakitan.
Gw pernah melihat orang yang menerima rasa sakit hatinya, dia tak bodoh karena membiarkan dirinya disakiti. Dia hanya tak ingin menyakiti orang yang dikasihinya. Itu menjadikannya tak punya alasan untuk disakiti. Dan perlahan orang yang menyakitinya mengobati sakit yang pernah ditimbulkannya.
Tuhan itu tidak tidur. Tuhan itu penilain yang sempurna. Saat kita belum siap naik kelas, Dia tak akan membiarkan kita lolos begitu saja. Salahkan diri sendiri yang tak mampu memantaskan diri untuk naik kelas. Bukan malah menyalahkan takdir.
Ini gw kenapa ya. Mungkin tadi kejedot. Terimakasih buat yang menyempatkan baca. Maaf seandainya tak sepaham. Karena kita tak harus sepaham, tapi harus mau menghargai perbedaan.

Minggu, 06 Juli 2014

Bagian 3 - Sajak Kerinduan

Dear my guardian angle

Wahai engkau yang juga sedang dikuatkan hatinya oleh Tuhan.
Kita sedang sama-sama diuji. Berada di titik nyaris terbawah bukanlah hal mudah, ditambah jarak dan waktu yang sangat mahal membuat kita semakin sulit. Tapi sungguh aku bersyukur, karena aku memiliki mu, meski hanya hatimu.
Percayalah, Tuhan menguji aku dan kau semata untuk menaikkan derajat kita. Kau adalah ujian ku, ujian untuk membuatku sabar. Dan aku sungguh akan membantumu, membantumu untuk menjadi semakin kuat melalui ujianmu.
Entah sudah berapa banyak ragu yang mengotori pikiran ku. Tapi aku sungguh dapat menjamin, ada lebih banyak keyakinan pada mu dalam hati ku. Karena aku mencoba melihat mu sebagai anugerah Tuhan, dan aku tau Tuhan tak pernah memberikan  keburukan pada makhluknya.
Wahai kau yang berada disana. Buatlah dirimu yakin, bahwa meskipun aku tak memperhatikanmu, tapi kau selalu ada disetiap doa ku. Karena aku ingin menjadi kekasih yang memuliakanmu dihadapan Tuhan. Aku ingin menjadi kekasih dunia akhiratmu.
Ini adalah barisan sajak kerinduan. Kerinduan yang tersimpan selalu dan semakin besar. Karena aku hanya dapat memiliki hati mu, itupun hanya secuil hatimu. Dan ku titipkan pula secuil hatiku padamu. Hingga kelak kita sungguh dapat melewati segala ujian bersama.

Selasa, 01 Juli 2014

My journey

Dia adalah teman perjalanan panjang. Tak bernyawa memang. Tapi dia pasti saksi sejarah yang tak mungkin berdusta.
Dia membawaku pergi jauh ratusan kilo meter dari rumah. Dia juga yang membawa impian kecil ku mendekat.
Mungkin berlebihan, memuji rongsokan tua yang mulai berkarat itu. Tapi begitulah adanya. Dia menjadi teman perjalanan yang baik. Sungguh seandainya dia hidup, akan ku ucap beribu terimakasih untuknya.
Sudah semestinya kita mensyukuri hal sekecil apapun, bahkan menghargai barang yang tak bernilai nominal rupiah. Tapi hidup lebih mahal dari seluruh uang yang pernah dicetak. Hidup ini lebih dari sekedar berarti, hidup ini bernilai dan tak akan terganti.
Hargai setiap detiknya. Nikmati prosesnya. Syukuri apapun hasilnya.

Rabu, 18 Juni 2014

Hati yang sakit

Dia hanya gadis biasa.
Selayaknya teman sebayanya, dia bersekolah dengan semestinya, dia mempunyai banyak teman, dan dia dikenal humoris. Terlihat biasa, tak mencolok sedikitpun.
Tapi tak ada yang tahu, bahwa dia sakit.
Sakit yang tak dapat diobati obat jenis apapun. Sakit yang meradang, menjadi gundukan gunung es yang beku. Tak ada seorangpun yang menolongnya, karena tak ada yang tahu. Karena dia begitu biasa, siapa yang menyangka sakitnya separah itu.
Namanya Pepi.

Suatu hari dia datang menemui sahabatnya, lalu menangis tersedu-sedu. Tak habis pikir sahabatnya itu, tak terpikir hal seburuk apa yang menimpa Pepi.
Tina : "Cobalah berhenti menangis. Aku tak paham apa yang terjadi padamu, jika kau tak menjelaskannya. Hentikan tangisanmu, aku butuh kau menjelaskan." Sudah habis akal sahabatnya itu, putus asa hanya karena melihat Pepi menangis. Bagaimana mungkin dia terlihat semenderita ini. Apa yang salah dengan hidupnya yang sempurna?
Pepi : "..." Hanya diam yang sempurna, dan derai air mata yang seakan tak akan terhenti.

Hingga akhirnya dia menemukan seseorang yang entah bagaimana masuk dalam kehidupannya begitu saja. Arlan namanya.
Arlan sama seperti yang lain, seperti sahabat Pepi yang juga tak pernah tau sakit yang dialami Pepi.
Hingga akhirnya hari itu terulang.
Pepi mendatangi Arlan dengan tangis yang tak dapat lagi tertahan.
Arlan : "Kamu sudah lebih tenang? Coba ceritakan apa yang terjadi?" Pepi masih terbenam dalam pelukan Arlan, yang tak merenggang sedikitpun sejak Pepi mendatanginya dengan linangan air mata.
Tapi tak ada jawaban. Tak pernah ada kisah yang terucap dari mulut Pepi.

Hari mulai gelap saat Pepi mencoba tak menangis lagi. Resto itu mulai ramai. Tapi Pepi tetap merasa sepi.
Angin malam menyibakkan rambutnya yang tergerai. Lampu-lampu resto mulai dinyalakan, cahayanya membuat wajahnya seakan merona.
Tak ada yang spesial dari resto itu. Dia hanya menyukai lokasinya yang berada di atap gedung berlantai tujuh, dengan bagian outdoor yang menyuguhkan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Pemandangannya dimalam hari sangat sempurna.

'Selalu tak pernah ada kata selamat', pikirnya. Sia-sia semua usaha ku, tak membuat dia memandang ku. Lalu untuk apa aku mencoba dengan keras, kalau aku sudah tahu itu tak akan pernah merubahnya. Pikiran Pepi mulai menjelajahi masa lalu yang dia harap tak perlu terjadi.
Dulu Pepi tak istimewa. Nilai sekolahnya hanya rata-rata kelas. Tak ada prestasi apapun. Wajar tak ada ucapan selamat. Lalu dia mencoba dengan keras, mendapatkan nilai terbaik. Hingga dapat menjadi yang terbaik di kelas, dan masuk sekolah terbaik, bahkan universitas terbaik. Tapi masih tak ada kata selamat.

'Aku hanya sendiri', pikiran lain menghampirinya.
Sejak kecil dia selalu mengurus segalanya sendiri. Tak dibantu. Dan kadang membuatnya menangis saat tak sanggup menyelesaikan masalahnya.

'Kenapa bukan aku', Pepi menyeka butiran air mata disudut matanya. Dia mulai teringat saat semua karena adiknya. Saat harus dia yang disalahkan karena hal kecil yang bahkan bukan salahnya. Saat dia harus mengalah, meskipun untuk hal yang paling dia inginkan. Dan saat dia selalu dituntut mendapatkan hal-hal yang sulit dicapai, sedangkan adiknya tidak.

Pepi bergegas menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, berharap dapat mencegah tangisannya. Dan tiba-tiba sebuah pelukan dari balik punggungnya mengagetkannya. Membuatnya lupa akan air matanya.
Arlan : "Kamu kenapa lagi?.. Aku salah apa?" Suara Arlan begitu lirih, seakan tertahan dengan pilunya melihat kekasih hatinya bersedih.
Seperti biasa tak ada jawaban.
Arlan mengambil kursi dan mendekatkannya ke kursi Pepi. Kini mereka duduk bersisian dalam diam.
Pepi : "Apa yang kamu dapat janjikan untuk aku?", kata-kata Pepi memecah kesunyian. Sungguh memecah kesunyian.
Arlan menghela napas panjang, "Kalau aku punya salah aku minta maaf. Tapi tolong jelaskan apa salah ku."
Pepi diam sesaat, "Satu-satunya kesalahan kamu adalah kamu terlalu baik. Itu membuat aku takut kelak kamu berubah menjadi tidak baik."
Arlan : "Lalu apa masalahnya?" Arlan sungguh tak memahami ucapan Pepi.
Pepi : "Karena aku tak tahu kapan tiba saatnya kamu berubah menjadi tidak baik." Pepi memandang jauh ke langit tak berbintang.
Arlan : "Jadi kamu mau apa?" Suara Arlan meninggi.
Pepi : "Kita sudahi saja. Aku tak sanggup membenci mu kelak."
Diam. Hening dalam kabut yang mencekik.

Maksud Pepi baik. Hanya saja Arlan tak paham itu. Dikecewakan orang yang sangat dicintai adalah hal yang menyedihkan. Hingga menimbulkan penyakit hati, sebuah rasa benci. Yang Arlan tak pahami adalah, saat orang baik membenci sesuatu, berarti itu adalah hal yang sangat buruk. Dan Pepi tak sanggup untuk membenci lagi.

Perlahan air mata itu membasahi pipi Pepi yang merona karena lampu-lampu malam yang redup. Dan tiba-tiba handphonenya berdering, sebuah pangilan masuk rupanya. Nomernya tak dikenal, dia menjawab panggilan itu dengan diam. Lama dia mendengarkan, tanpa mengucap sepatah katapun. Arlanpun tak dapat menerka samar-samar apa yang dikatakan orang diseberang sana. Lalu tanpa aba-aba dia bangkit dari duduknya, menuju pintu keluar resto.

Ayah Pepi terbaring lemah di ruang ICU. Bunyi alat pendeteksi detak jantung sangat lirih, membuat dia takut tiba-tiba bunyinya mengeras berubah menjadi petaka. Pepi duduk lemah disisi ayahnya. Sejak ibunya tiada, dia tak pernah sedekat ini dengan ayahnya. Dan sayangnya ibunya pergi diusianya yang sangat belia.
Ayahnya tertimpa musibah, mobil yang dikendarainya ditambrak truk barang yang mengalami rem blong. Ayahnya kehilangan banyak darah, dan benturan dikepalanya membuanya kritis. Dokter sudah angkat tangan, hanya doa yang bisa menolong ayahnya.

Ragu Pepi menyentuh tangan ayahnya yang semakin menua, kini lemah tak berdaya. Dingin rasanya. Seketika air mata Pepi mengalir tak dapat terbendung lagi.

Lama Pepi menggenggam tangan yang sudah lama tak menggandengnya saat menyeberang jalan. Pepi menyesal tak pernah mencium tangan dingin itu selama ini.

Tiba-tiba suara mesin pendeteksi detak jantung meningkat temponya, pertanda peningkatan aktivitas jantung ayahnya.  Dan jari-jari tangan dingin itu bergerak. Napas Pepi seakan terhenti sesaat.

Pepi menekan tombol untuk memanggil perawat. Disaat itu lah wajah pasi itu berubah. Kelopak mata itu perlahan terbuka. Pepi mencoba bangkit dari duduknya, ingin memanggil dokter. Tapi tangan dingin itu mencoba menggenggam tangannya dengan erat. Dia pun mengurungkan niatnya.

Pepi : "Ayah... " Ucap Pepi terbata-bata.
Dengan susah payah sang ayah mencoba mengatakan sesuatu, "Sayang.."
Pepi : "Iya. Gak apa ayah. Aku disini." Pepi menggenggam tangan dingin itu semakin erat.
Ayahnya menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan kekuatan. "Maafin Ayah. Ayah kehilangan kamu nak." Ayah Pepi mulai menitikkan air mata.
Pepi : "Aku yang salah yah.."
Ayah : "Ayah cuma gak mau kamu terlena dengan pujian lalu cepat puas." Ayah berhenti sesaat, Pepi terdiam mencoba mencerna kata-kata ayahnya.
Ayah : "Ayah mau kamu mandiri. Ayah mau kamu jadi contoh buat adik kamu." Pepi menangis sejadinya mendengah kata demi kata ayahnya.

Pepi seperti menemukan jawaban. Dia merasa menemukan obatnya. Dia seperti menemukan alasan tak menangis untuk pertama kali.
Tapi itu tak membuatnya lega. Sungguh menyakitkan mendengar pekikan suara mesin pendeteksi jantung. Jantung ayahnya berhenti berdegub. Seakan Pepi ingin menarik keluar jantungnya untuk menggantikan jantung ayahnya. Tapi itu tak mungkin. Dan tepat saat dia memeluk ayahnya, dokter dan perawat tiba di ruangan itu. Memaksanya melepaskan pelukan itu. Dan berganti pelukan lain dari adiknya.

Dan semua sudah terjawab. Sakit Pepi tak pernah ada yang tahu. Tapi sudah ditemukan obatnya. Sungguh melegakan, ternyata hanya butuh mendengar sebuah pengakuan.

Kini Pepi kembali duduk di resto itu. Resto yang mulai dia sukai hempasan anginnya. Arlan duduk gelisah dihadapannya.
Pepi : "Kamu kenapa sih ?" Suara Pepi agak meninggi.
Arlan : "Hemmm... Aku gak tau salah aku sekarang apa. Tapi aku minta maaf." Suaranya agak bergetar.
Pepi : "Kamu gak salah." Pepi mulai bingung.
Arlan : "Jadi aku gak salah. Berarti boleh nanya?" Wajah Arlan berbinar.
Pepi : "Tapi goceng dulu.." Cita rasa humoris Pepi muncul.
Arlan : "Will you marry me?" Arlan tiba-tiba berlutut dihadapan Pepi.
Pepi hanya diam tanpa ekspresi.
Arlan : "Jadi..." Kata-kata Arlan menggantung.
Pepi : "Menurut kamu ?" Pepi meledek.
Arlan : "Jangan-jangan gak mau ya.." Arlan meraih tangan Pepi dan menggenggamnya.
Pepi : "Ya apa boleh buat. Habis cuma kamu yang mau sama aku." Pepi kembali meledek, tapi memberi kecupan kecil di kening Arlan.

***

Selasa, 13 Mei 2014

some stupid word hurt me

I love you.
When ever, and what ever i do it's for you.
Even i'm not beside you. Even i say stay away from me. It's just for you.
I'm going mad because of you. Because i started to love you more than my self. Even it's hurt me, i think it's a best thing that i can give to you.
I can't sleep because of you. I cry for you. And take a breath with you.
Yes. You really broke my heart with your word, some stupid word. Thats why i change.
I wanna be alone. I just want to solve my problem without you. But doesn't mean i stop to loving you.
I just need more time. Maybe a week, a month, or a year. To trus you again. Sorry.

Dear you're.
I know how God made perfect feel. And how lucky i'm, to be one of them who has that.
You come from the perfect plan of God.
You the one of all best thing ever i have.
Thank you for coming to my life.
I hope, even i feel disapointed of you. But i feel pround beside you.
I will waiting for you, waiting you finish everything that you're started.
I hope God save my heart for you.

Senin, 21 April 2014

Berdiam Bagai Batu

Dan sayangnya aku tak sehebat itu. Nyatanya sabar ku berbatas, dan amarah sungguh mudah memperdaya ku.
Tau kah kau. Betapa aku tersiksa dengan pikiran ku sendiri. Begitu banyak tanya yang mencekik ku, dan sudah terlambat untuk terjawab saat ini. Karena kecewa sudah terlanjut mencengkeram ku. Kini terlalu buram bagi mata ini untuk memandang.
Sesak hati ini dengan sesal. Harapan yang tak kunjung berbalas, membuat langkah ini gontai dan air mata tak dapat terbendung lagi. Tapi apa daya ku. Mungkin diam ku lebih baik.
Aku tak menyalahkan dia. Karena ini mutlak khilaf ku. Aku terberdaya amarah, dan diperbudak keraguan. Tak sampai hati rasanya mengutarakan padanya, biar ku simpan sendiri.
Tuhan, kapan akhir semua siksa ini datang. Aku nyaris menyerah dan kalah. Apakah aku harus berteriak, ataukah berdiam bagai batu...

Minggu, 06 April 2014

surat yang tak tersampaikan

Dear Lucky Boy..
Lama tak menulis untuk mu. Aku tentu masih dapat mengingat janji ku untuk sering menulis surat untuk mu. Tapi maaf aku harus menghentikannya, karena aku tak menemukan lagi alasan untuk menulisnya.
Dan memang ternyata sudah terlewati sangat lama. 5 tahun silam..
Dan akhirnya kau telah menemukan dan bersama orang yang tepat, yang bisa menerima mu apa adanya. Maaf karena bukan aku orangnya, karena bukan aku yang bisa menerima mu apa adanya.
Semoga suatu saat kau terbangun dari tidur mu, dan menemulan jalan mu.
Kita teman, dan akan tetap begitu. Aku berhutang banyak pada mu, atas semua alasan hidup yang pernah kau berikan, hemm... ajarkan tepatnya. Semoga kelak kau juga dapat menemukan alasan mu sendiri.

Minggu, 16 Maret 2014

All of me

JOHN LEGEND
"All Of Me"

What would I do without your smart mouth?
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding, I can't
pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll
be alright


My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around
through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for
you

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you
I give you all of me
And you give me all of you, oh

--------------------------------------------------------
Aku akan berpura-pura tidak tahu, hanya untuk mengetahui seberapa luas pengetahuan mu.
Aku akan berpura-pura menganggap kisah yang kau ceritakan adalah kisah yang belum pernah kau ceritakan, hanya agar aku dapat mendengar kau lebih banyak mengisahkan hidup mu.
Aku juga akan dengan sengaja melakukan kesalahan, hanya agar kau menemukan alasan untuk memarahi ku, sehingga aku dapat melihat betapa besar sayang mu pada ku.
Lalu aku akan menjadi lemah, tak kuat seperti biasanya. Karena aku tau kau akan menjaga ku.
Dan masih banyak lagi.
Karena aku akan terus membuat mu merasakan apa yang ku rasakan. Yaitu jatuh cinta setiap hari pada seseorang yang begitu pantas untuk diperjuangkan.

Kamis, 13 Maret 2014

Candu yang tak terucap

Seandainya kau tau, aku tak pernah merindukan seseorang melebihi kerinduan ku pada mu saat ini. Karena merindukan mu begitu menyakitkan.
Kau bagaikan candu yang membuat ku selalu menginginkan mu. Dan tak mendapatkan mu, sangatlah menyakitkan. Relung hati ini meraung. Mata ini tak hentinya mengalirkan duka. Tapi tak sepatah katapun dapat terucap.
Jika ini gurauan, seharusnya kau tau ini sudah mulai tak lucu. Namun jika ini cara Tuhan menjauhkan kita, akankah aku bertahan.
Tanpa mu, begitu banyak godaan menerpa ku. Entah sampai kapan aku dapat bertahan untuk menanti, karena aku mulai tak yakin akan ketegaran ku sendiri.
Bagaimana jika aku menyerah..
Tapi tak pernah terbayangkan diri ku tanpa mu..

Jumat, 14 Februari 2014

Tak Terkendali

Dan banyak hal terjadi diluar kendali kita. Baik itu hal kecil, atau bahkan hal besar.
Mana hal diberikut yang mungking pernah kau alami...
Saat kita terobsesi dengan seseorang selama bertahun-tahun, dan kita mendapat kesempatan untuk berhubungan baik dengannya, tapi ternyata ia sudah memiliki kekasih.
Ketika kita berharap teman baik kita dapat menjadi mediator dengan pujaan hati, tapi ternyata mereka malah mulai merajut cinta di hadapan kita.
Atau ketika kau membanggakan kisah cinta mu pada temanmu, ternyata temanmu mulai mencintai kekasih mu...
Tak habis sampai di percintaan, kadang rezeki, kesehatan, bahkan usia ada diluar kendali kita.
Bagaimana saat kau merencanakan perjalanan luar biasa dengan orang terbaik dalam hidup mu, bahkan dengan tiket gratis, tapi ternyata menjelang hari - H kau jatuh sakit, dan semua rencana itu hanya tinggal rencana.
Dan usia pun benar-benar diluar kendali kita. Saat kita mempersiapkan hal hebat untuk orang yang kita sayangi, ternyata orang itu telah lebih dulu pergi untuk selamanya bahkan tanpa mengetahui rencana kita untuk memberikan hal hebat baginya.

Tapi memang begitulah cara Tuhan bekerja. Dia seenaknya, Dia semena-mena. Tak apa, karena memang dia adalah pemilik segalanya, Dia berhak menentukan segalanya.
Yang harus kita lakukan adalah percaya. Percaya bahwa apa yang telah di gariskan Tuhan adalah cara-Nya untuk mendewasakan kita, menguatkan kita, membuat kita semakin baik. Karena hidup selalu berputar kedepan, tak bisa diputar ulang seperti drama tv yang selalu dapat kita tebak akhirnya.

Kamis, 13 Februari 2014

Bagian 2 - Dia

Ya, ini tentang dia lagi.
Yang entah bagaimana seorang yang sederhana itu memenuhi hati dan pikiran ku.
Tapi memang begitu adanya, cinta juga adalah hal yang sangat sederhana. Bukan karena ada apanya, tapi apa adanya.
Aku lupa menghitung berapa hari yang sudah terlewati, karena memang aku pelupa. Tapi aku tak pernah lupa, bahwa yg selama ini ku rasa benar adanya kalau ku sebut 'cinta'....
Dia mulai menjadi alasan, juga jawaban. Menyebut namanya membuat ku merasa tak sendiri. Kami seperti satu nama. Nama yang mudah diingat untukku yang pelupa, yaitu 'cinta'.
Biar mereka sebut aku gila, aku berlebihan dan apapun itu. Ini disebut sindrom jatuh cinta. Mereka yang mengejekku mungkin belum pernah jatuh cinta. Aku berduka untuk mereka...
Tapi mereka sebaiknya segera jatuh cinta. Karena itu adalah luapan emosi yang akan melengkapi kita sebagai manusia. Dan jatuh cinta setiap hari (day by day) pada satu orang, itu adalah keajaiban.