Pagi selalu menjanjikan mentari yang hangat,
Bintangpun tak pernah ingkar pada rembulan..
Begitu tepat mereka pada janjinya. Tak seperti manusia yang bahkan selalu berusaha untuk ingkar.
Aku pun hanya manusia, satu diantara berjuta yang ingkar. Menjauh dari impian, berdusta pada harapan. Karena aku bagian dari manusia.
Sajak-sajak indah hadir saat kasih menyesakkan hati. Dan diam adalah pertanda kala hati remuk tak bersisa karena sesal. Selalu demikian. Datang dan pergi tanpa pernah dapat dicegah.
Mungkin cintanya begitu dalam. Sampai tak mampu menahan untuk tetap tinggal, dan memilih pergi. Karena malu tak dapat penuhi janji, dan hanya ingkar pada mulut yang bahkan belum sempat terkatup. Sungguh menyedihkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar