Benci rasanya, saat
menjadi lemah...
Saat tak dapat
melakukan apapun untuk orang yang terkasih,
Saat tak mampu
menjadi tumpuan baginya,
Saat hanya diam yang
ada...
Tak sanggup memang ku
memberikan semua inginnya,
Tapi akan ku upayakan
segala yang ia butuhkan,
Semampu ku...
Ini adalah tentang
sebuah rasa,
Rasa yang tak perlu
seluruh dunia tahu jika itu pernah ada,
Rasa yang menjadi
kekuatan untuk bertahan,
Rasa yang menjagaku
dari kehampaan tak terbatas...
Rasa ini
mengajarkanku untuk membuka mata ini,
Melihat dari sisi
yang berbeda...
Rasa ini yang
mengajarkanku untuk membuka telinga ini,
Mendengarkan lebih
banyak...
Rasa ini menciptakan
untaikan kata yang begitu indah,
Rasa ini membuat
jantung ini berdetak dengan irama yang indah,
Karena rasa ini hidup
bersama aliran darahku...
Baiklah, ini saatnya
mengakui dosa...
Pada akhirnya harus
ada yang dikorbankan demi sebuah ego yang lebih besar dari apapun yang telah
dijaga. Kala aku memperjuangkan kebahagiaan, maka harus ada yang terluka. Dan
kala aku merasa kalah, maka tak ada juga orang yang lebih bahagia dari ku.
Ini tentang dia, dia
yang ku harap bahagia.
Saat aku mencoba
membuatnya tersenyum, dibayang-bayangi kehilangan yang tak akan tergantikan
oleh apapun. Rasanya nyaris mustahil. Disana semua kabut terlihat saling
bertumpang tindih, tak jelas yang mana yang akan benar-benar menjadi jawaban.
Karena terlalu banyak tanya, terlalu banyak kegelisahan, terlalu banyak
ketidakpastian...
Dan akhirnya hanya
doa yang dapat menjaga hati ini,
Semoga Tuhan menjaga
hati-hati yang galau ini,
Semoga Tuhan memberi
kekuatan bagi hati-hati yang sedang diuji ini,
Semoga Tuhan
menjadikan hati ini lebih kuat, sabar, dan ikhlas untuk menanti rencana-Nya
yang indah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar