Wahai hembusan
angin...
Dapatkah kau membawa
kegelisahan hati ini padanya...
Katakan padanya, aku
merindunya. Berharap ia baik-baik saja disana, dan dapat terus tersenyum.
Seandainya ia tahu, betapa besarnya harapan ini untuk berada disampingnya. Tapi
kini, hanya mengetahui bahwa ia telah lebih kuat untuk menjalani hidup sudah cukup
rasanya.
Pagi bukan milikku,
tak dapat ku buat mentari yang hangat selalu menemanimu. Malampun bukan
milikku, tak dapat kubuat cahaya bulan dan gemerlap bintang selalu menghiasi
gelapmu. Tapi sebagian hati ini terisi olehmu, akan selalu ada ruang untukmu.
Wahai hembusan angin,
taukah kau betapa takutnya aku...
Aku takut ia tak
bahagia, aku takut ia terluka, terlebih aku takut ia merasa sendiri. Seandainya
aku dapat menjadi sepertimu, aku akan berhembus ketempatnya dan membuatnya tak
merasa sendirian lagi. Sayangnya aku hanya aku, yang hanya dapat berdiam
disini. Yang bahkan tak dapat mendekatinya tanpa seizinnya.
Tetapi doaku bukanlah
dosa. Aku harap Kau terus menjaganya, Tuhan.Aku yakin rencana-Mu lebih sempurna
dan indah untuknya. Dan aku, besarkan hatiku, Tuhan. Berikan aku kekuatan untuk
menjalani dan menerima segala rencana-Mu. Sesungguhnya aku hanya makhluk kecil
yang tak bedaya tanpa seizin-Mu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar