Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Senin, 18 Februari 2013

Naskah drama



Ini hanya sedikit kata yang dapat terungkapkan dari sebuah perasaan yang tak terbatas, sebuah penyesalan, ketakukan yang menghantui, banyak tanya yang tak perlu dijawab, dan rasa syukur yang begitu besar.

Ini adalah penggalan dari naskah drama yang sedang dan telah ku jalani. Karena hidup ini adalah sebuah panggung drama, dengan kisah yang tak akan ada habisnya. Dan setiap orang akan memiliki kisahnya sendiri, yang akan abadi tercatat dalam arsip Tuhan yang sempurna.

Ini adalah tentang hidup yang tak selalu berjalan seperti yang diharapkan. Ini adalah kisah yang tak selalu bahagia. Dan ini adalah sebuah perjalanan yang tak seorangpun tahu dimana akan berakhir. Namun akan menjadi begitu munafik, saat kita menyebutnya sebagai sebuah kesialan. Apalagi berpikir bahwa Tuhan begitu tak adil.

Sebut saja ini adalah faktor sebab akibat. Saat kita tak mensyukuri pemberian Tuhan, maka tak salah jika Tuhan mengingatkan kita, tentu dengan cara-Nya. Sebuah ujian yang cukup berat menghantam ku kala itu, aku merasa begitu bodoh dan tak berguna. Aku terjerat sebuah kisah yang sangat memalukan, begitu sepele tapi tak dapat ku selesaikan sendiri. Dan itu menjadi beban bagi ku hingga hari ini. Itulah cara Tuhan mengingatkan ku.
Yang satu ini tentang sebuah kehilangan yang digantikan hal yang lebih indah. Ada kisah tentang seorang teman, yang belum cukup lama kehilangan sosok ayah. Entah ini telah berlangsung sebelum kepergian beliau, atau mungkin malah sesaat setelah kepergiannya. Tapi kehilangan itu menjadikan dia menjadi lebih baik, lebih baik dari yang sebelumnya pernah ku kenal. Membuatnya dapat mengucapkan kata maaf. Kata “maaf” yang terlontar darinya, telah meluluhkan semua amarah yang terpendam selama ini. Dan juga kehilangan ku akan seorang yang sudah sangat dinanti ketiadaannya. Karena beliau sudah begitu lelah dengan rasa sakitnya, beliau sudah cukup merasakan kerasnya hidup ini. Kepergiannya membebaskannya dari rasa sakit di dunia, ketiadaannya menghentikan beban orang yang mengasihinya. Dan memang seperti inilah seharusnya, semua berjalan beriringan dengan atau tanpa kita minta.

Bagaimana dengan sebuah kepercayaan yang berakhir dalam kekecewaan? Sepertinya itu adalah pertanyaan bodoh. Orang yang cukup memahami hidup ini pasti tahu jawabnya. Karena memang tak selalu kita dapat menggantungkan diri pada orang lain, dan mengapa kita harus berharap orang lain menjadi seperti ingin kita jika kita sendiri tak selalu menjadi seperti yang orang lain inginkan. Ini adalah sebuah pilihan, pilihan untuk menerima kenyataan atau memungkirinya dan terus menyalahkan orang lain. Selalu kita mencari-cari kesalahan orang lain, terus menyalahkan orang lain tanpa mau mendengarkan pembelaan mereka. Tapi kita lupa untuk menuduh diri kita sendiri, mungkin saja semua kesalahan berawal dari diri kita. Lalu mengapa tak berdamai dengan diri mu sendiri, dan mencoba melihat dunia dari sisi yang berbeda.

Rencana Tuhan selalu lebih indah dari pada yang kita inginkan atau bahkan pernah kita bayangkan. Tak ada alasan untuk membenci kehidupan ini. Tak perlu menentukan akhir kehidupan ini. Karena semua naskah drama ini sudah ditentukan Tuhan, hanya cara kita mencapainya yang akan bergantung pada pilihan kita. Akankah menjadi begitu menyakitkan pada prosesnya, atau menjadikan kita lebih siap menjalani akhirnya.

Tidak ada komentar: