Let’s see..
Orang-orang selalu bilang kalau hidup ini seperti roda
yang terus berputar. Mereka selalu bilang kalau kadang kita akan berada
diposisi atas, tapi suatu saat kita akan berada diposisi bawah. Tapi mungkin
mereka lupa menyebutkan, bahwa itu berarti suatu saat kita akan kembali pada
titik nol (0). Sebutlah saat ini Gw sedang berada pada titik nol ini, tapi pada
tingkat yang lebih tinggi. Karena roda kehidupan Gw terus menggelinding di
sebuah tanjatan menuju tempat-Nya yang lebih indah.
Lucu rasanya kalau mengingat masa kanak-kanak kita
yang mungkin konyol, atau mungkin memalukan. Inilah yang Gw dan temen-temen satu
kelas semasa Sekolah Dasar (SD) Gw lakuin akhir-akhir ini, mengingat hal-hal
menyenangkan yang tentunya akan menjadi hal bodoh jika kita lakukan diusia ini.
Dunia ini pasti setuju kalau Gw bilang anak-anak hanya anak-anak dengan
kepolosan dan keluguannya. Mereka bisa aja buang air besar tanpa mengenal ruang
dan waktu, itu karena mereka hanya anak-anak yang mungkin masih berkembang
kemampuan penguasaan oralnya. Mereka juga sangat boleh menangis karena alasan
apapun, karena begitulah cara mereka mengekspresikan emosinya. Atau anak
laki-laki bisa saja mengintip rok anak perempuan, karena memang rasa ingin tahu
mereka sangat besar akan hal-hal baru. Bagaimana dengan cinta monyet? Ya lumrah
saja, toh anak-anak belum bisa memahami dan membedakan mana perasaan kagum,
hormat, atau hanya obsesi sesaat.
Ya, itulah sepenggal kenangan yang Gw dan teman-teman
satu kelas Gw semasa SD bahas diawal-awal pertemuan keramat kita. Menjadi suatu
kesenangan tersendiri saat kita bisa kumpul lagi sama temen-temen lama, yang
sudah lama tak berjumpa apa lagi tak terdengar kabarnya. Gw sendiri gak tahu
kenapa akhirnya ada pertemuan keramat, tapi yang jelas dimana ada kemauan disitu
ada jalan.
Oke, begini ceritanya.
Mungkin setelah lulus SD, temen-temen Gw itu menjalani
kehidupan mereka masing-masing. Ya mungkin ada beberapa yang masih terus
bersama atau semakin dekat setelah beberapa lama, atau mungkin semakin menjauh
karena satu dan lain hal. Dan Gw adalah salah satu orang yang termasuk dalam
golongan orang yang semakin menjauh. Tapi masalah ini terselesaikan setelah
menunggu hampir 9 tahun lamanya, semua karena jejaring sosial. Thank a lot
to Mark for create FACEBOOK. Kalian pasti setuju kalo FACEBOOK adalah
solusi dari masalah perbedaan ruang dan waktu. Dan dari sanalah semua berawal.
Ini tentang 3 orang teman sebangku saat SD. Orang
pertama adalah pelupa akut, orang kedua adalah orang yang gak banyak berubah
kemaskulinannya, dan orang ketiga adalah orang yang banyak berbicara dan banyak
berbuat. Semua karena agenda wajib nonton bareng film Perahu Kertas 1 dan 2,
akhirnya tercetuslah si pura-pura ninja. Seiring berjalannya waktu personil pura-pura
ninja bertambah, orang keempat adalah kekasih tercinta orang ketiga, orang
kelima adalah salah satu teman sekelas 3 serbangku yang udah tambah tinggi, dan
orang keenam adalah teman orang ketiga. Quality time is everything,
Gw rasa itu benar. 3 sebangku jarang bertemu, tapi saat-saat kumpul bareng
mereka menjadi salah satu momen favorit Gw. Diawali dengan mengutarakan
perasaan, kemudian bertukar pikiran, akhirnya tercetuslah gagasan yang
melahirkan akun FACEBOOK Alumni SDN 4 Pan-Sel Kelas A.
Misi pertama 3 sebangku sukses, terlaksana sudah acara
buka bersama ditahun 2012 lalu. Semakin banyak orang yang berkumpul, semakin
banyak ide yang digagas. Dan terbentuklah sebuah kepanitiaan Reuni Alumni SDN 4
Kelas A. Pertemuan dengan member grup FACEBOOK Alumni SDN 4 Pan-Sel Kelas A
inilah yang Gw sebut ‘pertemuan keramat’, tidak lain karena satu dan lain hal
kita selalu ngadain pertemuan dimalam hari hingga dini hari. Sebenarnya sangat
cocok dengan spesies Gw sebagai makhluk nocturnal, dan asik aja bisa melewati
detik-detik pergantian hari dengan banyak canda tawa. And finally it’s
coming. Hari yang ditunggu-tunggu datang, Reuni Alumni SDN 4 Kelas A
akhirnya terealisasikan.
Sabtu, 16 Februari 2013 bertempat dikediaman keluarga
Gilang pertemuan keramat dalam skala besar terlaksana dengan sukses. Oke, Gw
adalah orang pertama dari 3 sebangku, si pelupa akut. Jadi udah ketebak banget
kalo Gw gak bisa inget dengan pasti nama-nama dan jumlah orang yang dateng
dipertemuan itu. Yang pasti dari target awal saudara Agus yaitu 30 orang
peserta, ternyata dihari itu hadir lebih dari 30 orang yang menjadi tolak ukur
bahwa pertemuan itu CUKUP BERHASIL… prok.prok.prok… Salut buat panitia yang
udah kerja keras. But, wait wait!! Pasti kalian bertanya-tanya
kenapa jumlah peserta lebih dari 30
masih Gw sebut CUKUP BERHASIL? Itu karena jumlah segitu baru setengah dari
jumlah teman satu kelas Gw semasa SD. Menurut penuturan saksi hidup, saat kami
kelas 3 SD tercatat ada 60 siswa dalam satu kelas, sayangnya saat kelulusan
kami tercatat tinggal 57 orang yang tersisa. Hemmm, kevalidan angka tersebut
75% karena ini ditulis oleh orang pertama.
Cerita ini terlihat dari sudut pandang Gw. Yang pasti
hari itu adalah hari yang Gw tunggu-tunggu, karena hari itu adalah hari
pembayaran hutang Gw. Karena kesibukan Gw yang sedang berusaha menjadi
fotografer profesional, Gw kurang berkontribusi pada persiapan pelaksanaan
pertemuan keramat itu. Semoga bantuan Gw didetik-detik terakhir ini cukup untuk
membayar semua itu.
Hari itu Gw hadir di TKP cukup dini, yaitu pukul 16.30
yang berarti meleset dari permintaan awal pukul 15.00. Ya seperti seharusnya,
semua panitia yang ada mengerjakan hal-hal yang perlu dikerjakan. Yang pasti Gw
ingat adalah bahwa Gw adalah salah satu oknum yang merusak acara masak nasi,
tapi Gw berhasil menjadi tukang es teh. Tepat seperti sebutan yang Gw berikan,
pertemuan kramat, waktu yang semakin malam semakin menambah kemeriahan. Semakin
banyak orang yang datang, semakin banyak obrolan dan celaan, dan banyak yang Gw
lupa L Dari rencana awal ada
acara main UNO, penampilan sesosok komik, dan acara nyanyi bareng, semua
terlaksana dengan ya cukup baik. Sebelumnya maaf karena cerita ini sangat
sistematis, karena merangkap sebagai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
Malam hari permainan UNO tidak cukup meriah, karena
hanya segelintir orang yang tergugah hatinya untuk memainkan permainan
anak-anak. Tapi semakin larut, UNO menjadi pilihan terakhir untuk dilakukan.
Oke, perlu dicatat, Yudi, Agus, Vivin adalah saingan berbahaya. Dan yang masih
membuat Gw bersyukur sampai malam ini adalah bahwa beruntung tidak ada yang
menggagas ide memberikan hukuman pada yang kalah, karena kalau sampa itu
terjadi pasti akan menimbulkan trauma pada diri Gw. Itu karena Gw banyak kalah
dimalam itu.
Bagaimana dengan penampilan sesosok komik? Hemmm,
bagaiamana Gw harus menyebutnya ya… Sepertinya sangat garing menuju renyah.
Semua penonton sepakat memberi tema ‘garing’ untuk joke-joke yang disampaikan
komik. Tetapi terimakasih untuk saudara Hafiz, anda sangat menghibur dengan
kegerogian anda. Tapi maaf, penonton adalah raja, jadi lain kali jangan biarkan
penonton menunggu ya. Dan semoga anda berhasil mengikuti open mic,
jangan lupa undang kami.
Dan acara nyanyi-nyanyipun cukup krik.krik… Tapi buat
Hafiz dan Teguh, permainan gitar kalian KEREEEENNNNN. Gw dan Syifa bersedia
menjadi murid kalian J
But over all it’s perfect. Dan poin penting buat Gw adalah, Gw berhasil
menunjukkan pada dia, Gw lupa apa sebutannya, bahwa Gw bisa move on. Gw
bisa angkat dagu Gw saat berbicara dihadapannya, Gw sanggup persalaman dan
menatap matanya, dan yang terpenting Gw bisa menunjukkan kalau Gw adalah orang
yang menyenangkan. Semoga Hafiz dan Syifa bisa cepat menyusul Gw untuk move
on. J
Dan Minggu, 17 Februari 2013 kemarin adalah hari yang
sangat membahagiakan untuk teman kami Yulis. Dihari pernikahan Yulis, kami
tentu gak mau rugi, kembali diadakan pertemuan keramat. Sayangnya 3 sebangku
gak lengkap. Cuma ada Gw malam ini, dengan harapan besar dan tekad sekeras
baja. Oke, sebutlah Gw akhirnya memutuskan datang malam keresepsi itu dan tega
membiarkan nyokap dan adek Gw jalan kaki kehujanan karena modus. Ya sebenarnya
ini doa yang terdengar gak masuk akal. Curhat singkat sama Leni kemarin malam mencetuskan
ide untuk berdoa bisa bertemu dia diresepsi Yulis, dia bukan oknum yang sama
dengan dia dihari Sabtu, Gw pernah mengungkapkan perasaan Gw ke dia, walaupun
kemungkinannya 1:100 untuk bisa bertemu malam itu. Tapi sudah jelas, tak ada
yang tak mungkin bagi Tuhan.
Saat mulai memasuki tenda resepsi harapan itu mulai
pupus, sudah mulai tak berharap banyak dan hanya mensyukuri kebahagian bisa
berkumpul bersama teman-teman. Tanpa diduga tertanya sudah ada sekumpulan
teman-teman SMP Yulis yang sebagian juga Gw kenal duduk dibangku tamu. Sekilas
ada dia, oknum lain yang dulu pernah pakai baju dengan tulisan dipunggung ‘Maaf
Gw Udah Punya Pacar, Cantik Lagi’, ya kurang lebih kata-katanya seperti itu,
tolong diingat bahwa penulis adalah orang pertama. Seketika itu juga Gw mulai
kacau, Gw gak berminat mengamati sisi bangku yang lain apalagi mencoba
mencari-cari orang yang mungkin Gw kenal. Tapi yang terlintas dalam pikiran Gw
saat itu adalah bahwa Gw merasa bangga dan luar biasa senang karena bisa bareng
sama personil pertemuan keramat, yang membuat Gw terlihat hanya seperti Gw dan
gak perlu berpura-pura.
Detailnya gini, Gw dan personil pertemuan keramat
dateng beramai-ramai dengan pastinya suara gaduh yang menarik perhatian orang.
Oke, sebutlah ada Fahmi, Galih, Yudi, Syifa, yang bisa dibilang good looking
dan jadi nilai plus buat gerombolan rusuh ini. Tentunya membuat Gw, terutama
dimata temen-temen SMP, menjadi terlihat normal mengingat mungkin menurut
mereka dulu Gw hanya orang yang biasa-biasa saja.
Dan waktu sudah cukup malam kala itu, harapan besar
dan tekad sekeras baja ini mulai memudar dan Personil pertemuan keramat
memutuskan untuk berpamitan pulang pada kedua mempelai yang berbahagia itu.
Tapiii….. OMG, apa Gw bermimpi? Saat berjalan menuju mempelai Gw dan personil
pertemuan keramat berpapasan dengan sekelompok teman-teman SMP yang tadi Gw
lihat sewaktu datang. Dan dia ada diantara mereka. Saat itu Gw meledak, rasanya
seneng luar biasa. Mungkin ekspresi wajah Gw gak karuan. Gw sangat berharap dia
juga melihat kearah Gw saat itu, mungkin beberapa lama Gw terus menatap dia dan
tersenyum lebar berharap dia akan melihat Gw. Dan diapun melihat kerah Gw,
mungkin sedetik lamanya kami saling menatap. Gw menyengajakan diri berpapasan
dengannya saat ingin memasukkan amplop kedalam kotak, dan berhasil. Kami berhadapan,
dia sebut nama Gw… W.O.W Thanks God. Mungkin itu pertemuan singkat, tak
kurang dari 30 detik saja, tapi itu adalah salah satu naskah drama yang sudah
di acc Tuhan untuk terjadi dengan begitu indah. Tapi tepat dibelakang
dia berdiri dia yang lain, dia yang pernah tertolak oleh Gw. Membuat Gw
mengurungkan niat untuk berlama-lama menatapnya. Gw jelas salah tingkah. Dan
kalian tahu hal bodoh apa yang Gw lakuin? Gw benar-benar gak sanggup menoleh
kebelakang lagi, karena Gw dan dia berjalan ke arah yang berlawanan. Tapi Gw
berharap dia akan tetap melihat kearah Gw. Dan akhirnya Gw melakukan hal bodoh
itu. Saat itu orang yang Gw kenal sedang berdiri didekat Gw adalah yudi, dengan
bodohnya Gw tepuk punggung Yudi dan bilang, “Gw duluan ya, daa..” Pikiran
paling konyol saat itu, berharap dia dan temannya itu melihat dan berpikir
bahwa Gw udah move on walaupun sebenarnya Gw gak tahu apa mereka bener
masih melihat Gw atau gak. Arghhh….
Oke, that’s enough. Lanjut lagi ke pertemuan
keramat, yang pastinya gak mungkin udahan begitu saja. Akhirnya kita lanjut ke
rumah saudari Leni, sayangnya saudari Syifa tidak bisa ikut karena kurang
sehat. Semoga lekas sembuh Syifa. Dan sesuai tebakan, pastinya saudara Leni
sangat baik menjamu tamunya sampai puas. Gak tanggung-tanggung ada teh hangat 2
sesi dan banyak bungkusan kriuk menemani kami main UNO, ya UNO lagi. Tak lupa
Gw ucapkan terimakasih buat temen-temen yang sudah kerja keras buat Reuni
Alumni SDN 4 Kelas A kemarin, jadi ini sekaligus acara pembubaran panitia,
kalau untuk Gw. Tapi sebenarnya Gw galau malam itu, makannya disela-sela main
UNO Gw curhat colongan deh sama saudari Hafiz L Tapi ya sudahlah. Toh semua berakhir menyenangkan di
pertemuan keramat. Dan sudah ketebak, kita bubar pasti lewat tengah malam. Dan
hari itupun berakhir. Terimakasih Tuhan untuk semua kebahagiaan ini.
Huhhh… Tulisan ini cukup panjang, ya okelah, sangat
panjang. Bahkan melebihi jumlah karakter saat Gw menulis cerpen. Tapi Gw merasa
masih kurang, karena masih banyak hal yang belum diceritakan. Karena memang tak
akan pernah ada cukup tinta untuk menuliskan naskah drama kehidupan ini.
Biarlah hati ini terus merasakan bahagianya, otak ini mengingat gambarannya,
dan bibir ini akan membuat seutas senyuman saat suatu hari nanti kita mengingat
semua kenangan ini.