Apa kabar kalian
wahai burung bangau kertas?
Akankah kau dapat
membawa mimpi-mimpi ku tinggi ke langit?
Kata mereka jika aku
melipat 1000 bangau kertas, maka 1 harapan ku akan terwujud.
Tapi aku tak percaya
itu. Nyatanya, sudah beratus-ratus bangau kertas yang kubuat, disetiap saat aku
melipat dan menyelesaikan satu-persatu burung bangau, maka harapan ku-pun
berubah-ubah. Jadi harapan mana yang akan terkabul nantinya?
Aku-pun berhenti membuat
bangau kertas. Tapi aku belajar menuliskan harapan-harapan ku, mimpi-mimpi
besar ku. Dan baru kemudian aku melipatnya menjadi bangau kertas. Berharap tak
hanya satu, tapi semua harapan ku akan terkabul. Semua yang terbaik bagi ku
akan menjadi nyata.
Wahai bangau kertas,
kau tak dapat terbang, bahkan tak hidup. Tapi kala aku menggantung mu di
langit-langit kamar ku, cahaya yang menyinari mu terpantul sempurna, dan kau
berayun kala tertiup hembusan angin. Semua itu membuat ku menjadi bahagia.
Karena aku tahu, mimpi-mimpi ku yang terbawa oleh mu seakan hidup di
langit-langit kamar ku dan terbang ringan kesana kemari. Tak perduli akankah
kelak harapan ku terwujud atau tidak, setidaknya kini harapan itu seakan nyata
dan membuatku merasa bahagia.
Bangau kertas, tolong
sampaikan harap ku pada Tuhan di atas sana. Katakan pada-Nya, aku akan terus
berharap dan bermimpi, aku akan menjadi bangau terbaik setiap saat aku
terbangun dipagi hari, untuk berusaha meraih impian-impian ku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar