Setiap manusia di lahirkan sebagai makhluk yang sempurna yang pernah di ciptakan Tuhan, tanpa terkecuali. Tuhan tak menciptakan manusia hanya untuk narsis agar ada yang menyembah-Nya. Tuhan tidak mengadakan manusia dari ketiadaan tanpa sebuah kisah yang telah di gariskan sebelumnya. Bahkan Tuhan tidak pernah menguji manusia di luar batas kemampuannya.Tuhan begitu mencintai ciptaan-Nya. Dalam ajaran agama manapun, Tuhan akan selalu di kenal sebagai Maha pengasih lagi Maha penyayang. Itu adalah cukup bukti kebesaran Tuhan.
Cinta adalah salah satu anugerah dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Akankah kita menjadi begitu munafik untuk tidak mengakui kehadiran cinta itu? Memangnya apa itu cinta? Begitu hebatkah dirimu hingga tidak butuh di cintai?
Cinta adalah saat kau merasakan kebahagiaan untuk berbagi. Cinta adalah rasa tak terungkap saat yang kau cinta merasa bersyukur kau berada di sana untuknya. Cinta adalah saling memahami. Cinta adalah terluka untuk memberi yang terbaik. Cinta adalah air mata bahagia melihat yang tercinta bahagia. Cinta bukan sebuah metafora, cinta adalah seni abstrak yang tak terungkap. Cinta adalah menjadi kuat untuk menyeka air mata kepedihan yang tercinta. Cinta adalah maaf yang tak terbatas. Cinta memiliki caranya sendiri untuk membuktikan. Cinta tak meminta dan tak diminta. Cinta tidak merubah demi sebuah keegoisan. Dan berjuta makna cinta lain yang tak dapat terungkapkan dnegan kata-kata.
Cinta Tuhan yang selalu memberikan maaf pada umat-Nya yang paling hina sekalipun. Cinta seorang ibu yang rela menggadaikan jiwa raganya demi mengidupi buah hatinya. Cinta seorang ayah pada anak gadisnya yang selalu terkekang. Cinta guru yang dengan suka rela membagi ilmunya yang begitu berharga. Cinta seorang kekasih yang mau memahami. Cinta seorang pecinta yang menangis terluka melihat yang terkasih bersanding dengan yang lain. Semua itu adalah sebagian kecil dari cinta, cinta yang selalu berbeda wujudnya di waktu dan tempat yang berbeda.
Akankah kita lupa, bahwa selama ini kita selalu memandang cinta hanya sebelah mata. Cinta itu tidak memaksakan kehendak. Cinta itu bukan menggandaikan kehidupan tanpa arti. Cinta bukan melukai. Cinta bukan mati untuk membuktikan. Cinta tidak pernah memaksa. Cinta tidak selalu jujur hanya untuk membahagiakan. Cinta bukan sebuah pertaruhan. Cinta bukan permaian dengan hadiah. Yang terburuk, cinta bukanlah sebuah kepastian.
Hidup ini bukan sebuah roda, yang hanya bisa menggelinding tanpa tumbuh dan menjadi lebih baik. Cinta layaknya sebuah kehidupan, sebuah pohon yang hanya kita yang tahu pohon apa itu. Pohon yang tumbuh menjadi semakin unik disetiap waktunya. Akar yang semakin menghujam bumi menjadi kekokohan seiring berjalannya waktu. Panas, dingin, ataupun badai sekalipun adalah ujian yang terkadang harus dihadapi. Buahnya akan menjadi semakin manis atau pahit sejalan dengan apa yang diupayakan. Bukankah lebih bijak sebuah pohon hidup, dari pada roda yang tak pernah belajar memperbaiki diri dan seakan tak mau menerima kemungkinan lain.
Aku tidak mencoba menggurui. Aku tak jauh lebih baik untuk mengartikan makna cinta dari para pujangga. Aku hanya seorang pecinta yang sedang memaknai cinta. Aku hanya aku yang sedang mencari cinta. Dan aku adalah murid yang akan terus belajar mencintai tanpa pamrih. Aku, aku, dan aku... hanya aku...
ADA KOMENTAR? ADA PERTANYAAN? MAU SHARING? Silahkan, kita sama-sama makhluk Tuhan. Tak ada yang lebih baik di antara kita, hanya amal ibadah kita yang berbeda. Jangan pernah takut mengungkapkan cinta, karena cinta di ciptakan untuk di bagi.

