Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Rabu, 11 Mei 2011

(no subject)

Setelah sekian lama, hari ini kembali ada begitu banyak tanya yang menuntut sebuah jawaban... Dia... dia... dia... apakah benar-benar orang yang tepat untuk menjadi bagian kisah hidup ku.
Dia, begitu banyak harapan bergantung padanya.
dIa, begitu ku hormati namun harus ku benci.
diA, musuh abadi ku.
Seandainya aku dapat memilih untuk mengabaikan semua itu. Ingin rasanya menjadi pecundang saja, lari dari semua jerat pertanyaan ini. Namun apa lagi yang dapat ku lakukan di sisa napas ini, selain bertahan dengan segala kekurangan yang ku miliki. Mengapa pertolongan tak kunjung tiba, apa semua ini harus terus menghantui jiwa ku.
Aku terus tertawa dibalik topeng kemunafikan. Aku seakan tegar hanya demi sebuah penghormatan. Bahkan aku bijak demi menolong yang lain, sedangkan dengan perlahan namun pasti diri ku runtuh.
Apakah aku salah memilih jalan hidup ini?
Apakah begini caranya hidup?
Haruskah aku menjadi tegar? untuk apa?
Apa setiap orang pernah merasakan kekecewaan?
Mengapa rasanya begitu sakit saat didustai segala hal?
Bagaimana cara menghilangkan luka ini?
Harus bersabar sampai kapan?
Siapa yang akan menolong? Apakah aku harus percaya?
BAGAIMANA MENGAKHIRI SEMUA INI?....
Aku terus bertahan hingga saat ini, karena aku tahu apa yang sedang aku nanti. Tapi bagaimana jika penantian ini sia-sia? Apa lagi yang akan menjadi alasan ku bertahan?

Inilah rasanya keKECEWAan. Begitu menyakitkan, dan ingin membenci diri ini yang dengan bodohnya membiarkan semua itu terjadi. Tapi enggan berlari untuk menghindarinya, mengahadapi dengan sisa-sisa keyakinan yang ada. Karena percuma berlari hari ini, hanya akan terhenti hingga saat terlelap tidur. Di esok hari, kala jiwa ini terbangun semua itu akan kembali menyelimuti lagi. Semua ini seharunya hanya sebuah ujian dari Tuhan, untuk mendewasakan dan menaikkan derajat umat-Nya (saat telah dapat menyelesaikan semua ini).
Semua ini seakan membuat secangkir kopi. Dunia ini adalah sebuah cangkir besar yang harus di isi, dengan apa? Dengan berbagai suka cita, dan duka lara... ada kopi-kopi pahit duka yang tak akan dapat dihindarkan, untuk itu harus diberikan gula-gula suka cita untuk menyempurnakannya. Memang tak ada yang sempurna, tapi kita semua adalah orang-orang yang mengejar kesempurnaan. Tak perlu munafik untuk mengakuinya.
Kita adalah manusia yang licik. Mampu menyingkirkan yang lain hanya demi meraih kesempurnaan ego diri yang tak kunjung terpuaskan. Beginikah hidup... Saling menjatuhkan demi perputaran peradaban yang tak beradab... Inilah bukti kekecewaan manusia, tak ada kepercayaan satu sama lain...


PIKIRKAN KEMBALI TUJUAN HIDUP ANDA? APA ANDA YAKIN ITU TIDAK BEGITU EGOIS?...

Tidak ada komentar: