![]() | ||||
| I love U dad |
Hari ini sama seperti hari biasanya. Aku duduk membonceng ayah ku.
Ya.. Ayah yang baru ku saari benar-benar mencintai ku.
Ayah yang sama dengan ayah yang lain, yang berharap putri kecilnya tumbuh menjadi wanita dewasa yang mandiri dan sukses.
Ayah yang mau melakukan apapun demi kebaikan putrinya, termasuk memarahi putrinya yang melakukan hal yang beresiko.
Saat dia geram, demi Tuhan aku tidak membencinya, aku hanya takut dia berubah, tak mencintai ku lagi.
Aku rela tak dicintai lelaki manapun, asal jangan ayah ku.
Masa kelam itu telah terlewati, aut adalah pertama kalinya aku menangis berderai air mata dihadapnnya.
Dia terus melukai hati ku, tapi aku tahu dia tak pernah rela melihat setiap air mata yang jatuh dari pelupuk mata gadisnya.
Dia yang pernah membuat ku putus asa, tapi dia juga yang menyadarkan aku betapa berharganya hidup ini.
Aku menulis ini dibalik punggungnya, tanpa pernah dia tahu aku pernah menulis semua ini.
Dia tak perlu tahu betapa aku mencintainya, tapi aku akan terus melakukan yang terbaik untuknya.
Thanks dad, if you know i never forget everything that you say..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar