Pagi ini gw mengawali hari dengan secercah noda yang mengotori hati. Semua berjalan begitu perlahan, dan tiba-tiba saja rusak tak karuan. Gw mencoba meyakini bahwa hari ini akan baik-baik, tapi otak gw sudah penuh dengan racun amarah yang membuat gw merasa sesak. Sempat terpikir untuk membagi kegundahan ini dnegan seseorang, tapi gw urungkan, karena gw tahu nggak ada yang benar-benar mau diajak merasakan kesusahan, walaupun mereka bilang "kita teman baik..".
Gw merusak hidup gw, dengan mengotori pikiran dan hati gw dengan semua amarah ini. Tapi gw juga cuma manusia biasa, yang punya batas kesabaran. Adakah yang bisa memaklumi itu? Gw hanya butuh mereka perduli, bukan pada gw, tapi minimal pada apa yang menyangkut tanggung jawab mereka juga. Gw selalu punya kekurangan, kadangpun gw harus berbuat salah. Memang gw pecundang, apa karena itu kalian gak bisa terima gw. Kalo begitu kalian yang PECUNDANG, lupa ya, kalo manusia nggak ada yang sempurna. Siapa yang merasa lebih baik dan lebih sempurna dari gw?
Heii... Tuhan maha adil. Kita hidup bersama untuk saling mengisi, bukan menusuk dari belakang. Gw memang marah, tapi gw gak bodoh, gw maafin kalian. Tapi nggak sekarang. Gw akan tetap memaafkan walaupun gak ada yang ngerasa udah berbuat salah ke gw...
Silahkan nikmati hidup kalian, jangan campuri gw.... Dan gw nggak akan mencampuri kalian....

2 komentar:
tell me more...
xo ada apa2 yg menyangkut temen2 kelas, trmsk ti... omongin aja Feb...
kadang kita ga sadar bahwa apa yg kita ucapkan n lakukan baik/ga di mata orang lain & menyakitkan/ ga.
perlu ada yg mengingatkan dikala kita khilaf,
perlu ada yg menegur dikala bibir membual,
mungkin itu yang belum ada pd kita, kita hanya masih memendam rasa dikala sakit itu menggerogoti hati.
Posting Komentar