Namanya
BNADGOAIOWLAGIHINEW...
Bagaimana ya
mendeskripsikannya????
Kurang tepat rasanya
kalau menyebut dia SANGAT BAIK. Karena akan ada lebih banyak orang yang
menyangkalnya, mengingat gelar 'anak rese' yang disandangnya entah sejak kapan
itu. Tapi aku rasa tak berlebihan menyebutnya CUKUP BAIK. Remember please, no
body perfect.
Kapan tepatnya aku
mulai mengenalnya???? Entahlah...
Berdasarkan bukti
konkrit yang ada, menunjukkan kalau kami satu sekolah saat masih menduduki
bangku TK. Kami hanya terpisah tembok yang membagi kelas menjadi nol besar dan
nol kecil. Yang berarti kami sudah pernah bertemu sejak saat itu, entah
bagaimana caranya.
Memasuki masa SD,
kami berada di satu kelas yang sama. Untuk waktu yang sangat lama, 6 tahun,
kami mengenal, bertemu, sesekali berbicara, atau bertengkar, hanya sekedar
untuk mengingat bahwa dia adalah orang yang ku kenal.
Lalu masa SMP. Disatu
sekolah yang sama, kami menjadi dua titik yang berada diantara ribuan kepala.
Hanya sesekali berpapasan, tanpa saling menyapa. Hanya sesekali melihat, untuk
memastikan kalau itu benar-benar dia yang ku kenal. Temannya mungkin juga teman
ku. Lorong kelas yang pernah dia lewati, mungkin juga pernah ku lewati. Tapi
tak ada sekalipun tegur sapa.
Dan lama, lama, lama
kemudian. Entah berapa lama itu. Kami berpapasan dijalan. Tentu tak ia sadari,
lagi pula siapa aku, dia tak harus dapat mengingat siapa aku. Saat itu yang
terlintas dalam benak ku adalah, "Itu dia. Tak banyak berubah."
Kemudian entah
bagaimana caranya semua ini bekerja, tiba-tiba selalu ada alasan untuk bertemu
dengannya. Lalu kami terbiasa bersama. Dan akhirnya memutuskan untuk bersama.
Begitu mudah.
Sepertinya tidak dibuat-buat.
Hingga lama, lama,
lama kami bersama. Entah sampai kapan...
Mungkin dia jawaban
untuk sebuah pertanyaan yang bahkan mungkin belum terpikirkan. Ataukah sebuah
hadiah dari kesabaran dalam penantian yang panjang. Bisa juga potongan puzzel
yang melengkapi susunan gambar hidup ku...
Saat berjalan,
langkah kami tepat beriringan. Duduk bersamanya dalam bisu-pun tak membosankan.
Itulah kami. Tunggu apakah sudah saatnya menyebut KAMI... Entahlah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar