Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Jumat, 11 Oktober 2013

Bagian 1 - BNADGOAIOWLAGIHINEW

Namanya BNADGOAIOWLAGIHINEW...
Bagaimana ya mendeskripsikannya????
Kurang tepat rasanya kalau menyebut dia SANGAT BAIK. Karena akan ada lebih banyak orang yang menyangkalnya, mengingat gelar 'anak rese' yang disandangnya entah sejak kapan itu. Tapi aku rasa tak berlebihan menyebutnya CUKUP BAIK. Remember please, no body perfect.
Kapan tepatnya aku mulai mengenalnya???? Entahlah...
Berdasarkan bukti konkrit yang ada, menunjukkan kalau kami satu sekolah saat masih menduduki bangku TK. Kami hanya terpisah tembok yang membagi kelas menjadi nol besar dan nol kecil. Yang berarti kami sudah pernah bertemu sejak saat itu, entah bagaimana caranya.
Memasuki masa SD, kami berada di satu kelas yang sama. Untuk waktu yang sangat lama, 6 tahun, kami mengenal, bertemu, sesekali berbicara, atau bertengkar, hanya sekedar untuk mengingat bahwa dia adalah orang yang ku kenal.
Lalu masa SMP. Disatu sekolah yang sama, kami menjadi dua titik yang berada diantara ribuan kepala. Hanya sesekali berpapasan, tanpa saling menyapa. Hanya sesekali melihat, untuk memastikan kalau itu benar-benar dia yang ku kenal. Temannya mungkin juga teman ku. Lorong kelas yang pernah dia lewati, mungkin juga pernah ku lewati. Tapi tak ada sekalipun tegur sapa.
Dan lama, lama, lama kemudian. Entah berapa lama itu. Kami berpapasan dijalan. Tentu tak ia sadari, lagi pula siapa aku, dia tak harus dapat mengingat siapa aku. Saat itu yang terlintas dalam benak ku adalah, "Itu dia. Tak banyak berubah."
Kemudian entah bagaimana caranya semua ini bekerja, tiba-tiba selalu ada alasan untuk bertemu dengannya. Lalu kami terbiasa bersama. Dan akhirnya memutuskan untuk bersama.
Begitu mudah. Sepertinya tidak dibuat-buat.
Hingga lama, lama, lama kami bersama. Entah sampai kapan...
Mungkin dia jawaban untuk sebuah pertanyaan yang bahkan mungkin belum terpikirkan. Ataukah sebuah hadiah dari kesabaran dalam penantian yang panjang. Bisa juga potongan puzzel yang melengkapi susunan gambar hidup ku...

Saat berjalan, langkah kami tepat beriringan. Duduk bersamanya dalam bisu-pun tak membosankan. Itulah kami. Tunggu apakah sudah saatnya menyebut KAMI... Entahlah...

Tidak ada komentar: