Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Sabtu, 16 Januari 2010


Aku tahu betul bagaimana hidupku.
Tapi yang aku sama sekali tak dapat mengerti adalah perasaanku ini.
Mengapa CINTA ini sulit disesuaikan dengan kondisiku ?
Sudah sekian tahun ku lalui, beribu jam coba ku lupakan, berjuta menit kuhabiskan untuk meratapi, tetapi beratus – ratus juta detik pula rasa cinta ini mencoba memaksaku merindunya.
Sesal ini sudah bosan ku alami, namun tetap ku abaikan demi menahan perih yang semakin nyata jika ku tolak.
Ingin ku tinggalkan, ku lupakan semua ini, namun terlalu mengakar hingga sulit tergoyahkan.
Hanya air mata yang dapat mengerti rasa ku. Dan akan tetap begitu hingga akhirnya.

Minggu, 10 Januari 2010

The great first day in new year 2010


Trip to KOTA until BOGOR
Putri Anisa Yuliani, Fitri Aprilia Sari, and Febriyani Istiqomah.
Akhirnya planning kita ber-3 terwujud juga. Setengah tahun bukan waktu yang singkat, tapi benar kata Iman Wahidin Al Anshar (temen SMP Gw) nggak ada penantian yang sia – sia.
Today. First day in new year, 2010. Beautiful morning. Beautiful sunrise. But I’m not beautiful. Hehe. Perburuan waktu dimulai.
Planning awal : kumpul di depan loket Busway jam 09.00
Tapi memang dasar orang Indonesia, ngaretnya udah mendarah daging.
But, it’s ok.
Sekitar 09.30 pelukan kita menandai dimulainya petualangan gila ini. Wow, Pay udah beda, tambah alim aja, hehe...
Berhubung ini adalah hari libur nasional pasti banyak tempat yang tutup, dan kemungkinan besar museum, monas, dan tempat lain yang mau kita datengin tutup. Ya akhirnya Sari punya ide brilian, “Gimana kalo kita telpon museum sama monas dulu, buat pastiin mereka buka tau nggak !!”
Yah, ternyata nggak satupun telpon yang nyambung. Akhirnya kita buat kesimpulan sementara, semua tempat masih tutup.
Bermodal nekat mau lihat suasana Kota Tua itu gimana, kita langsung beli tiket Busway nggak pikir panjang lagi.
Seinget Gw, waktu itu kita semua sebenernya masih pada ngantuk, secara abis malem tahun baruan. Tapi nggak tau setan apa yang ngerasukin kita ber-3, mulut kita nggak bisa berhenti ngoceh, kaya’nya topik pembicaraan kita tuh nggak ada habisnya, sampe hal – hal sepele juga jadi seru.
Sampe di Kota, ternyata jauh dari dugaan kita. Tempatnya penuh, dan bener aja museum pada tutup.
Ya akhirnya cuma foto – foto ala kadarnya, hehe. Karena diantara kita nggak ada yang bawa kamera, maklum misscomunication. Walau kita cuma bisa bergantung sama kamera handphone’nya Sari yang batere’nya cuma tinggal satu, tapi acar foto – foto tetep seru. (Say chesee....)
Udah cape’ panas – panasan, kita beli Es Potong, yang kata Sari, “Nggak lengkap kalo ke Kota nggak beli Es Potong.”
Dan tiba – tiba ide gila itu muncul secara ajaib, “kita ke Bogor aja yuk !!” Siapa gerangan yang punya ide itu ya, kok nekat banget. Padahal duit dikantong sama – sama minim.
Planning ke-2 : Rp.50.000 segala – galanya.
Nggak ada yang bawa uang lebih, bahkan Sari bawa uang kurang dari 50rb. Ya dasar anak muda, nekat aja... Lets go...
Sebenernya kita mau ke Kebun Raya Bogor, but you know we’re money, it is so imposible... Ya akhirnya kita cuma mau numpang makan bekel kita, terus makan asinan, just it...
Semua jauh dari dugaan Gw, acara seneng – seneng kita jadi religius banget. Kita nggak terlambat sholat dzuhur, semua karena Pay (maklum anak UIN, hehe....).
12.40 kereta mulai bedecit, Bogor we’re coming !!!
Perjalanan panjang yang tak pernah terbayangkan. Terutama buat Gw. Seorang Febri bisa pergi sejauh ini tanpa pengawasan orangtua, kebebasan yang luar biasa.
Hampir dua jam kita berdiri diantara orang – orang yang nggak sama sekali kita kenal, yang mungkin punya niat jahat, atau apapunlah. Tapi kebersamaan kita ber-3, seakan membuat kita sekuat wonderwomen. No one can stop we’re.
14.30 kita menapakkan kaki ini diatas daratan Bogor. Haha.... benar – benar strong girl’s....
Kita langsung cari tempat yang enak, maksudnya taman. Tapi kok nggak ada yang sepi, ya sudahlah kita duduk ditempat sejadinya.
Makan bekel, terus beli Asinan Bogor, 1 piring ber-3. benar – benar romantis. (hehe... apa deh Gw...)
Sebenernya ini salah satu kebodohan kita, lupa nggak liat jadwal keberangkatan kereta.
15.30 kita sholat ashar dulu, lagi – lagi berkat Pay yang selalu mengingatkan. Setelah bingung cari tempat, akhirnya kita ke Bogor Squere.
16.00 kita lari – lari kecil dari Bogor Squere ke Stasiun Kereta Bogor. Hujan kaya’nya nggak perduli kalo kita lagi buru – buru, tapi ini nambah gereget kita ber-3 untuk tetep semangat sampai akhir.
Ternyata ada kereta jam 16.20. padahal kita udah beli tiket jauh sebelum jam keberangkatan, dengan tujuan supaya dapet tempat duduk, tapi sepertinya semua tinggal isapan jempol belaka. Karena waktu kita mau naik, kereka udah penuh sesak. Kita sampe harus lari ke gerbong paling depan supaya dapet tempat yang lumayan longgar, dan supaya nggak ketinggalan kereta. Ini semua karena kita terlalu asik bereksperimen pake kamera handphone’nya sari yang ajaib sampe sore gini belum mati. Tapi kita nggak nyesel, karena semua hasilnya BAGUSSS...
Udah hampir memasuki wilayah Jakarta, kita baru dapet tempat duduk. Dan Pay berkata, “Akhirnya kita bisa ngerasain duduk dikereta.” Buat kita, naik kereta kali ini berasa lagi mudik masal. Penuh keluarga lengkap dengan anak – anaknya, dan sampah makanan disana – sini.
17.40 kita sampai di Stasiun Kota, nggak ada istirahat. Kita langsung beli tiket Busway, menuju Blok M.
18.30 Kita udah di Blok M lagi. Huhh, hari yang melelahkan.
Walau kita harus pisah lagi, tapi kita nggak sedih. Karena kita udah buat planning baru untuk waktu dekat ini. Ke Kota / Bogor. Tapi dengan budget yang memadai kali ini.


Kita merasakan begitu besarnya kasih sayang Tuhan hari ini.
Semua seperti sebuah skenario panjang dengan akhir yang membahagiakan. Thank’s God for all.


Mungkin semua yang Gw ceritain ini nggak secara menditail, karena semua itu terlalu menyenagkan, sampai – sampai sulit diungkapkan dengan kata – kata.
Tapi satu yang pasti, semua ini akan tersimpan dalam memori kita ber-3, untuk selamanya.


When night in new year, Pay said, “Happy new year, I hope we will be friend forever.” Kaya’nya gitu, lupa sih. Hehe...