Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Rabu, 14 Oktober 2009

ini tulisan ku 2


§ 3 Oktober 2008
Saat aku takut harus sendiri,
Kau datang meyakinkan ku. . .
Bahwa ini adalah kedamaian. . .
Bukan kegelapan yang mengerikan. . .

§ 4 Oktober 2008
Aku takut. . .
Hanya itu yang ku rasakan saat ini
Entah mengapa harus takut. . .
Aku tak dapat menangis,
Tersenyumpun enggan
Sepertinya langit runtuh,
Menimpa tubuh ku yang rentan ini. . .
Menyedihkan,
Tak ada seorangpun yang menyadarinya
Tak ada yang menolong ku
Aku sendiri terpuruk disini. . .

§ 30 Oktober 2008
Sebuah nama. . .
Milik seseorang yang begitu indah. . .
Namun kini semua telah pergi meninggalkan ku,
Sendiri dalam ratapan kesunyian. . .
Mungki aku tak pernah siap menerima keputusannya,
Tapu bukan berarti aku harus belajar membencinya. . .
Aku tetap menitipkan hati ku padanya,
Tanpa ia sadari. . .
Terluka hati ku, memang. . .
Sayangnya rasa cinta ini terlalu besar,
Mengalahkan rasa sakit ini. . .

§ 4 November 2008
Tak semestinya cinta selalu berkorban. . .
Selalu diungkapkan. . .
Meminta pengertian. . .
Tapi seharusnya cinta dapat memberikan kekuatan,
Untuk bermimpi. . .

Hujan diluar sana mengingatkan ku,
Pada sesuatu yang sudah ku lupakan sejak lama. . .
Ingin aku tertidur saja,
Melupakan semua. . .
§ 7 November 2008
Kebisingan yang membuatku merasa sendiri. . .
Ingin aku gapai kegelapan,
Agar mencapai damai. . .
Bosan aku merasa tersingkir. . .
Andai Tuhan meng-izinkan,
Ingin sesaat saja aku tinggalkan jasad ini. . .
Agar dapat menyatu dengan kedamaian. . .

§ 17 November 2008
Merajut benang yang kusut hanyakah kesia-siaan. . .
Namun sabar,
Membuat segalanya berubah. . .
Cinta telah menghadirkan ku dari ketiadaan. . .
Dan mungkin cinta itu pula yang akan membuat ku tiada. . .
Harapan memang selalu menjadi mimpi. . .
Saat kenyataan bagai air yang deras mengalir,
Akhirnya aku hanyut dan tersadar,
Ini bukan mimpi. . .

Bukan salah mu, kini kita berjauhan. . .
Bukan salah mu, aku menangis. . .
Bukan salah mu, aku merusak diri ku sendiri. . .
Ini semua memang salah ku. . .
Terlalu memaksakan cinta yang sangat menjijikkan. . .
Biar aku begini,
Takkan aku menyalahkan mu atas segalanya. . .

§ 25 November 2008
Seakan dunia berakhir,
Saat dia berpaling. . .
Udara begitu mahal untuk ku hirup. . .
Air mengering tak dapat menghilangkan dahaga. . .
Matahari meredup membuatku membeku. . .
Bintang bersembunyi enggan mencapai keindahan. . .
Hati begitu hampa,
Penuh dengan kegelapan tanpa celah. . .

§ 27 November 2008
Sekian lama aku pendam amarah ini rapat-rapat. . .
Berusaha bertahan agar tak melukai siapapun. . .
Tapi aku lupa,
Bahwa amarah itu dapat melukai diri ku sendiri. . .
“ Aku gagal ”, itu yang ku tahu saat ini. . .
Aku tak dapat mengalahkan diri ku sendiri. . .
Aku tak dapat menerima kenyataan. . .
Tetapi baru sesaat yang lalu aku tersadar. . .
Bahwa masih ada kesempatan. . .
Bukan menjadi sempurna. . .
Tapi untuk menjadi lebih baik. . .

§ 2 Desember 2008
Lelah aku bersabar. . .
Membentuk cangkang diluar keterbatasan ku. . .
Berusaha mengerti dan mengabdi. . .
Tapi tak ada gunanya. . .
Aku ingin mereka tahu. . .
Bagaimana menjadi aku,
Sulitnya menjadi aku. . .
Lemahnya aku, hancurnya aku. . .
Tak bahagianya aku. . .
Suatu saat semua itu akan menjadi berita besar. . .
Menjadi peringatan bagi dunia. . .
Jikala mereka tak berubah,
Hancurlah segalanya. . .
Dan itu, aku yang akan membuatnya. . .

§ 4 Desember 2008
Bukan Semua Ini
Aku memang bermimpi. . .
Berharap menjadi mentari,
Dirindukan oleh sosoknya. . .
Mencoba menebar benih disepanjang jalan. . .
Tetapi, bukan semua ini. . .
Yang ku harap jadi akhirnya. . .
Sebagai buah yang dapat ku petik. . .
Mengapa hanya dusta yang dapat ku nikmati. . .

§ 22 Desember 2008
Tanpa Syarat danPamri
Entah, apakah aku telah salah…
Untuk tidak membencinya…
Tak sanggup hati melupakannya…
Karena terlalu indah,
Dan berarti…
Namun tak kuasa aku menahan,
Teriakan mereka...
Yang memaksa ku melupakannya...
Suara yang mengingatkan ku,
Bahwa dia telah melukai ku...
Membuat ku menangis...
Aku tak perduli,
Walau harus seperti ini....
Terus bertahan untuk kalah...
Semua ini ku lakukan,
Karena inilah cara ku mencintai...
Tanpa syarat dan pamri...

§ 23 Desember 2008
Dunia memang tidak adil. . .
Tapi bukan itu maslahnya. . .
Bagaimana cara kita menandangnya,
Itulah teka-tekinya. . .

Mungkin aku pernah gagal. . .
Untuk melawan diri ku sendiri,
Dan menjawab tantangan dunia. . .
Tapi Tuhan berkehendak lain. . .
Didatangkan-Nya guru untuk ku. . .
Agar aku belajar dan bangkit. . .
Kini aku sedang menyusun rangkaian balok kehidupan ku. . .
Tahap demi tahap,
Untuk menjadi PEMENANG. . .

§ 27 Desember 2008
Akhirnya aku mengerti,
Arti cinta tak bersyarat. . .
Itu semua karena mu. . .
Walau apapun yang telah kau lakukan pada ku,
Cinta ini akan tetap tertanam dalam hati ku. . .
Selamanya. . .
Kau adalah satu-satunya alasan ku bertahan hidup,
Disaat dunia ini menolak ku. . .
Mungkin tak seharusnya aku begini,
Tapi semua sudah terjadi dan tak akan pernah berubah. . .
Tetap memilih mu dan berpihak pada kesendirian abadi. . .

§ 29 Desember 2008
Entah apa lagi yang dapat ku lakukan. . .
Untuk dapat membuat mu kembali. . .
Sepenuh hati telah ku ungkap rasa di hati. . .
Ku gadaikan air mata ini hanya untuk mu. . .
Ku korbankan hati ku hanya untuk mu. . .
Tapi telah terlambat ku sadari,
Semua itu menghancurkan ku. . .
Karena selama ini ada seseorang,
Yang begitu memuja ku. . .
Mempertaruhkan segenap keberaniannya. . .
Dan baru ku sadari sekarang. . .
Bodoh memang,
Menghancurkan diri ku. . .
Demi sepercik api abadi yang malah membakar ku. . .

“ Dia telah menemukan apa yang dia inginkan, kini saatnya aku mencari apa yang aku butuhkan. . . ”

“ Tuhan tak akan membuat pecintanya merasa sendiri. . . ”

§ 6 Januari 2009
Tuhan. . .
Inikah pertanda dari kuasa-Mu. . .
Disaat dunia ini mulai bergejolak,
Seakan akhirat Mu terpapar di langit. . .
Kau ambil jiwa-jiwa yang Kau kehendaki. . .
Kau kuatkan hati-hati yang lemah. . .
Kau janjikan surga-Mu bagi raga yang suci. . .
Semua begitu sempurna dan mudah bagi-Mu. . .
Tuhan. . .
Aku hanyalah makhluk-Mu yang kecil. . .
Tak pernah sebanding dengan Mu. . .
Tak pernah sempurna dihadapan Mu. . .
Berikan aku waktu,
Untuk mengais bekal ke akhirat-Mu. . .
Tolong terima sekecil apapun ibadah ku. . .
Lapangkan hati ku hanya untuk Mu. . .

§ 17 Januari 2009
Harusnya aku sudah lelah menanti. . .
Karena sudah terlalu banyak luka yang harus ku rasakan. . .
Dan penyesalan yang harus ku tanggung. . .
Tetapi cinta ini seakan enggan membencinya. . .
Terlalu menyakitkan memaksakan keinginan itu. . .
§ 24 Januari 2009
Kebahagian memang bukan milik ku. . .
Tetapi, tak berarti ada air mata abadi mengalir dipalung hati ku. . .
Akupun berhak atas tawa itu. . .
Namun mengapa tak ada yang memberi. . .
Terlalu hinakah diri ku untuk semua itu. . .
Tak pernah ku dekap kedamaian. . .
Terlalu banyak luka goresan,
Menjadikan hidup ku tak berarti. . .

§ 4 Juni 2009
Suatu ketika ku terbangun..
Tersadar dari sebuah mimpi panjang yang suram,
Kau sambut tangan ini dengan jabatan yang begitu erat dan hangat..
Begitu indah kenyataan yang kini ku hadapi,
Tak ingin ku lepas tangan itu jika mampu..
Kau membuatku percaya,
Bahwa matahari akan tersenyum padaku jika ku membuka mata ini saat fajar esok hari..
Kau pula yang membuat setiap hembusan nafasku kini berarti..
Sahabat.. Kau telah membuktikan..
Saat terpaan kabut pekat menghantam jalinan tangan kita,
Namun kita tetap bersama..
Untuk menjadi semakin kokoh,
Membuktikan pada dunia bahwa masih ada yang abadi di dunia ini..
PERSAHABATAN KITA..

Mengenalmu adalah anugerah..
Setiap tawa yang ku nikmati bersamamu,
Setiap buih air mata yang berlinang dihadapanmu..
Tak pernah ku sesali..
Kau yang membuatku berpaling kembali kemasa lalu,
Untuk mempercayai kembali ‘Apa Itu Persahabatan !’..
Kau pula yang membuatku yakin,
Bahwa masih ada satu alasan untuk ku mempertahankan detakan jantung ini..
Kian besar ego yang menjadi benteng kokoh pemisah kita,
Tetapi percayalah semua itu akan roboh dengan sendirinya..
Karena kita memiliki sebuah kekuatan..
Dari kepercayaan.. Pengertian..
Yang terangkai dalam satu kata ‘PERSAHABATAN’..
Yang tak akan pudar terkikis masa..


§ 29 Juni 2009
Cinta sejati tak pernah meminta balasan.
Bahkan walau harus terluka karenanya,
Tak akan pernah hati ini mencoba membencinya.
Setegar mungin menerima kebahagiaannya,
Dengan orang lain.
Menagis dikegelapan,
Agar tak seorangpun mengetahui betapa pedihnya hati.
Berharap ia tak menangis seperi ku disini....
Dan tetap menjaga kesucian cinta ini,
Meskipun harus tenggelam abadi didasar jiwa.
Sendirian... juga terpuruk...

§ 9 Juli 2009
Keraguan yang tak ku harapkan
Ingin aku menpercayainya
Menyakini cintanya
Tetapi hati ini lelah
Penantian yang tak berujung
Mengikis rasa cintaku
Kini aku hanya dapat berharap
Waktu membantuku
Untuk melupakan cinta ini
Dan suatu saat nanti tak ada lagi luka membekas

Tidak ada komentar: