Total Tayangan Halaman

INILAH KISAH KU

Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.

Minggu, 13 Desember 2009

can't belive it


Mengapa hanya PENGHIANATAN yang Gw dapat selama ini ? Apakah Gw nggak pantas mendapatkan kebahagiaan, walaupun hanya sesaat ?...
Gw udah nggak bisa percaya sama siapapun, orang – orang yang berjanji untuk selalu ada untuk Gw pergi meninggalkan Gw satu persatu. Apakah terlalu egois mengharapkan kehadiran mereka saat ini ?...
Gw cuma mau melihat, atau sekedar mendengar suara dan tawa mereka. Gw nggak butuh mereka tahu apa yang Gw alamin saat ini, Gw cuma ingin mereka merasakan kehadiran Gw.
Kenapa semua begitu menyakitkan untuk dialami, ingin rasanya Gw berteriak di wajah mereka, betapa marahnya Gw saat ini. Tapi Gw nggak sebodoh itu, untuk menjadikan orang lain sebagai kambing hitam atas apa yang sebenarnya mereka nggak tahu.
Mungkin Gw nggak bisa membagi amarah ini dengan siapapun, tapi apakah nggak ada seorangpun yang mau berbagi kebahagiaannya dengan Gw ?
Cukup sudah semua menguras air mata Gw, biar amarah ini menghilang beriringan dengan luka tubuh ini. Mengering, mengelupas, dan meninggalkan bekas.

Gw nggak bermaksud menyalahkan siapapun atas keadaan Gw, tapi satu hal yang Gw inginkan, mereka bisa menganggap kehadiran Gw. Karena disaat – saat seperti ini Gw selalu merasa nggak berarti, lemah, dan putus asa. Dengan tindakan mereka yang seperti ini, Gw merasa kalo kehadiran Gw itu nggak pernah diinginkan. Dan semakin meyakini Gw untuk cepat mengakhiri ini semua.

Tapi kondisinya belum separah itu, karena masih ada orang – orang yang mau perduli, walupun nggak seperduli seperti yang Gw harapin. Gw akan coba bertahan untuk alasan kemanusiaan. Dengan harapan suatu hari nanti Gw bisa membantu orang – orang yang berada seperti kondisi Gw saat ini, untuk itu Gw akan menikmati tiap luka ini dan mengambil pelajaran darinya.

Thank’s God, you give me a power to look and achieve my dreams.
And please, protect they’re for me.

Kamis, 19 November 2009

what's wrong with this world.


Apa kalian setuju kalo Gw bilang dunia ini amat, sangat aneh !!!
Sepertinya semua hal yang terjadi selalu bertolak belakang dengan yang kita inginkan, terlebih orang - orang yang harus kita hadapai dengan beribu karakter yang sulit ditebak. Apa dunia juga sudah bosan dengan keberadaan kita, sampai - sampai seakan tidak sejalan dengan apa yang kita sedang lakukan.
Saat Gw nulis bagian ini, Gw bener - bener dalam keadaan marah besar. Sama dunia yang aneh ini, dan orang - orang yang tak berperasaan.
Semua orang bisa tertawa, tapi apa dalam hati mereka sebenarnya bahagia !!!
Gw saranin buat semua orang yang lagi marah, JANGAN MELAMPIASKAN AMARAH LO KEDIRI SENDIRI.
Ini semua nggak 100% kesalahan, ataupun Lo sendiri yang ngerasaain. Kalo Lo menyiksa diri sendiri, keenakan dunk's orang - orang yang harusnya bertanggung jawab sama semua yang menimpa Lo. Mereka have fun, Lo terluka. Iya nggak !!!
So, it's time to change your mind !!!

Rabu, 11 November 2009

bad feeling


Dikala sulit harus bertahan di kehidupan yang berat ini, ada sebuah rasa jauh di lubuk hati yang berkata ‘kau harus kuat !!’
Ingin ku coba memungkirinya, menganggapnya hanya halusinasi semata. Tapi tak mampu !!
Rasa itu . . sebuah CINTA . . yang belum berubah, setelah semua yang terjadi.
Rasa yang meyakinkan ku untuk bertahan, sekedar untuk melihat senyumannya untuk terakhir kali, diesok hari.
Cinta pula yang memaksa ku merusak diri ku . .
Ku lawan semua keterbatasan ku, memaki hal terbaik dalam hidup yang teramat singkat ini.
Semua itu ku lakukan sendiri, hanya karena cinta yang tak tersampaikan.

Minggu, 08 November 2009

coba dibaca !!!

Cinta tak harus memiliki ??
Apa Loe semua berpikir demikian ?
Dalam hidup Gw yang masih terbilang sangat singkat ini, Gw udah berkali – kali, bahkan hampir selalu berpikir demikian. Mudah banget rasanya jatuh cinta, tapi nggak pernah bisa menyatukan cinta ini.


Loe nggak akan percaya berapa banyak cowo’ yang Gw suka, nah ini yang jadi permasalahan. Kadang Gw sendiri nggak bisa bedain antara perasaan kagum dan cinta, apa karena memang bedanya tipis banget !!!..


Saran Gw, dan terbukti ampuh buat Gw : yakini diri Loe, bahwa mencinta bukan suatu kesia – siaan. Loe pasti dapet hikmah dari cinta itu, walau cuma sedikit.


Coba Loe lihat sisi baik dari mencintai :

1. Ada orang bijak yang berkata : ‘Lebih baik mencintai, dari pada dicintai.’ Coba Loe inget – inget lagi, lebih banyak sakit hatinya atau senengnya kalo lagi jatuh cinta. Walaupun kadang Loe sebel sama dia karena cemburu atau dicuekin, tapikan Loe lebih sering senengnya (biasanya direalisasikan dengan nyanyi – nyanyi lagu romantis, atau senyum – senyum sendiri). Lagian saat Loe mencintai seseorang (dalam keadaan wajar), akan memberikan dampak potif buat Loe. Entah jadi puitis, bisa ciptain lagu, rajin belajar (biar keliatan pinter didepan gebetan), rajin olahraga (biar sehat + diet), semangat ke sekolah / kampus / kantor / kemana aja deh … dan yang terpenting, Loe lebih bisa mengenal diri Loe sendiri, karena Loe akan terus instropeksi diri (apa udah masuk tipe dia belum !!), dan akhirnya merubah Loe menjadi lebih baik lagi (relatif).

2. Selama Loe nggak fanatik, Loe nggak akan melukai siapapun. Apa lagi dia, karena cinta yang tulus akan membiarkan cintanya bahagia, dalam hal apapun.

3. Loe jadi lebih dewasa. Karena Loe mulai memikirkan orang lain, dan berpikir lebih hati – hati. Tindakan Loe pun lebih terencana, bahkan Loe bisa menjadi penyabar yang luar bisa.

4. Loe semakin dekat dengan Tuhan. Karena selalu berdo’a untuknya, atau sekedar meminta agar bisa lebih dekat dengannya.

5. Disukain banyak orang. Orang yang lagi jatuh cinta itu biasanya ramah, jadi bisa senyum kesiapa aja. Dan yang paling penting, bisa lupa sama masalah – masalahnya, jadi begitu ketemu sama musuh, ya santai ja kaleee… dan Loe juga jadi humoris.
Nah, makannya mulai sekarang coba lihat semua masalah dari sudut pandang yang berbeda. Jangan jadi katak dalam tempurung, kalo Loe bisa menggenggam dunia. betul.. betul… betul… (ala Ipin)


Kalo Loe bisa berpikir sama seperti Gw, dijamin Loe bisa lebih menikmati rasa cinta Loe itu.


Ohh iya, Gw saranin Loe semua jangan pernah takut mengekspresikan rasa cinta Loe. Kalo nggak bisa langsung ke dia, bisa diekspresiin dengan hal lain kan!! Misalnya, kaya Gw, nulis – nulis surat buat dia, tapi Gw tahu pasti surat itu nggak akan pernah Gw kirim ke dia, Gw simpen aja sendiri, seenggaknya semua isi hati Gw udah tercurahkan. Dan jangan pernah malu untuk senyum – senyum ditempat umum, jangan pikirin malunya, tapi lihat sisi positifnya buat kesehatan jasmani dan rohani Loe, hehe…

Selasa, 27 Oktober 2009

lucky boy


Gw nggak tahu harus mulai dari mana, karena rasanya sudah berkali – kali Gw bertekad memulai semua dari awal.

Ini kisah hidup Gw, sebagian kecil dari jiwa Gw. Tentang sosok yang luar bisa, Gw sebut dia ‘lucky boy’.

Pernahkah dalam hidup ini Loe semua ngerasain apa yang Gw rasain, merasa sendiri, dihianati, selalu berteman dengan air mata, memusuhi diri sendiri, dan rasa lainnya yang bisa menjadi motiv kuat Loe saat memilih untuk mengakhiri hidup yang menyebalkan ini.

Dan tiba – tiba Tuhan menunjukkan kekuasaannya, dengan menghadirkan sosok yang amat membantu Loe dalam melewati semua itu. Bukankah itu adalah hal yang benar – benar menyenangkan untuk didapat.

Gw sangat, amat sangat mensyukuri kehadirannya dalam hidup Gw. Karena dia banyak memberi Gw pelajaran, membantu Gw melewati masa sulit, dan dia juga yang membuat Gw jatuh cinta untuk kedua kalinya.

Semua itu membuat dia selalu memiliki ruang dilubuk hati Gw, jauh, jauh, dan tak akan pernah tertutup. Walaupun apa yang telah dia lakukan cukup menyakitkan.

Maukah kalian sesaat merasakan kepedihan Gw ? Gw akan cerita tentang sedikit masa suram dalam dunia percintaan Gw (khususnya kekecewaan yang sering Gw rasain ke lucky boy, dan suatu saat nanti Gw akan cerita banyak tentang hal tragis lainnya dalam dunia percinta Gw).

Dia, lucky boy. Dia datang disaat Gw mulai nggak percaya sama arti cinta sejati.

Coba Loe bayangin, setelah 6 tahun Loe menanti cinta pertama Loe dengan harapan bisa memperbaiki semua dan memulai dari awal, menutup hati untuk siapapun. Ternya cinta pertama Loe itu benar – benar kembali, tetapi hanya untuk membalas dendam. Tragis, ironis, atau apapun tanggapan loe, dan itu bener – bener menimpa Gw.

Saat itulah Gw sangat membenci cinta, dan tak berhasrat sedikitpun untuk menyentuhnya kembali. Untuk selamanya. Tapi dia datang, meyakinkan Gw bahwa dunia belum berakhir. Gw masih berhak atas cinta sejati yang luar biasa, dan seseorang yang lebih baik.

Siapapun akan menganggap sosoknya adalah malaikat, dalam wujud manusia. Mungkin dia nggak seganteng, tajir, ataupun pinter, seperti apa yang selalu Gw impi – impikan. Tapi, bukankah cinta itu menghancurkan segala perbedaan dan kekurangan. Dan akhirnya tumbuhlah cinta kedua (;D).

Semua nggak berakhir begitu aja, itu cuma sebagian kecil kebahagiaan yang mengawali penderitaan Gw.

Gw bukan tipe orang yang suka menuntut, tapi apa yang dia lakukan memang benar – benar jauh dari yang Gw harapin. Coba Loe pikir, saat Loe cuma punya satu orang yang Loe percaya dalam hidup ini, ternyata dialah orang yang paling banyak menyimpan kebohongan dari Loe.

Gw inget banget, waktu itu kita sama – sama bilang secara terang – terangan kalo kita saling cinta. Tapi disaat yang bersamaan ternyata dia udah punya cewe’ diluar sana. Itu alasan dia kenapa nggak bisa waktu Gw ajak serius. Dia nggak pernah bilang tentang hal itu sampai akhirnya dia (mungkin) merasa lelah menanti, itupun baru akhir – akhir ini disaat Gw udah putus asa juga untuk menanti dia.

Bukan begitu aja, ternyata dia bukan cuma jadian sama satu cewe’ selama ngedeketin Gw tapi lebih dari tiga (seinget Gw). Dan dia bilang semua itu tanpa cinta. Terus kenapa mesti jadian ? itu pertanyaannya. Dasar manusia, tepatnya cowo’, kenapa susah ditebak.

Tapi Loe semua salah kalo mikir Gw akan membenci dia, Gw malah semakin mencintainya. Walau tanpa harus memilikinya. Rasanya semua itu nggak ada artinya, karena cinta ini udah membutakan mata Gw. Selalu ada maaf untuknya.

Dia juga bukan sejahat itu aja, tapi dia juga amat sangat bodoh.

Gw adalah orang yang akan melakukan apapun untuk orang – orang yang Gw sayangin (dalam batas wajar). Termaksud memberikan kejutan. Tapi nggak segampang itu, selalu ada ujian untuk mendapatkannya.

Gw selalu punya cara sendiri untuk menguji seseorang, tepatnya dia. Entah kenapa dari kesemua ujian itu dia cuma bisa lulus 20 %, padahal Gw yakin banget kalo dia seharusnya bisa ngelewatin itu semua.

Contoh aja. Gw pernah janjiin dia gantungan kunci kesayangan Gw (salah satu dari sepasang boneka micky mouse) untuk dia kalo berhasil memenuhi harapan Gw, ternyata dia bisa. Tapi karena gantungan kunci itu bener – bener kesayangan Gw, nggak segampang itu Gw kasih. Gw persiapin waktu yang tepat, dan selama itu Gw yakinin dia kalo gantungan kunci itu nggak akan pernah Gw kasih walau apapun yang terjadi. Saat waktu udah tepat, Gw ajak dia ketemuan. Ini ujiannya, waktu itu kita udah lama banget nggak ketemu, dan Gw mau lihat keseriusan dia dengan bertaruh kalo dia dateng berarti Gw akan kasih gantungan kuncinya saat itu juga. Dia nggak dateng. Waktu itu Gw memang Gw bilang, ‘Gw nggak maksain kedatengan Loe, tapi Loe dateng atau nggak, Gw akan tetep dateng’. Yang kalo dia sedikit pinter, dia pasti tahu kalo sebenernya Gw bilang, ‘Loe harus dateng, karena Gw akan terus nunggu Loe sampe dateng’. Hahh, apa tanggapan Loe semua ?

Yah Gw setuju kalo ada yang bilang nggak semua orang bisa memenuhi harapan kita, mungkin juga karena kondisi yang memang bener – bener nggak memungkinkan. Ok Gw setuju.

Tapi Gw akan kasih tahu hal yang paling ironis, bukan cuma sekali itu aja. Sering banget kita janjian ketemu, Gw minta dia nentuin tempat dan waktu biar dia nggak ngerasa terbebani, tapi dia selalu bilang terserah Gw, yang secara nggak langsung bilang kalo Gw nggak bakalan bisa berkorban banyak untuk sampe ketempat yang dia tentuin. Trus juga sering dia udah nentuin tempat, kita udah sepakat, ternyata dia yang ngebatalin.

Tapi lagi – lagi Loe semua salah kalo mikir sekarang Gw udah membenci dia. Lagi – lagi rasa cinta Gw malah semakin besar. Nggak tahu kenapa. Dasar cewe’, suka nggak masuk akal (hehe…). Ya, tapi itulah Gw. Semua termaafkan begitu aja.

Mungkin kalo dia baca ini semua, dia akan sangat menyesali semua perbuatannya. Tapi bukan itu yang Gw harap. Gw malah mau dia melakukan hal yang lebih bodoh dan menyebalkan lagi, biar mata Gw semakin terbuka, dan Gw semakin sadar seberapa berharganya dia.

Peringatan : kalo Loe, dia (lucky boy) baca paragraf diatas dan beneran ngelakuin hal bodoh secara sengaja, Gw nggak akan maafin Loe. Akan ada hukuman. Walaupun rasa cinta itu nggak akan mati. Seperti yang Gw pernah bilang ke Loe, ‘Gw nggak akan membenci orang yang pernah Gw cintai’.

Semoga cerita cinta Loe nggak setragis Gw, walaupun sebenernya ini belum seberapa. Next time, Gw pasti cerita tentang cinta pertama Gw, dan Loe semua nggak akan pernah lagi bilang kalo cuma kisah cinta Loe yng paling ironis didunia ini.

Selasa, 20 Oktober 2009

huhh...


Sepanjang hidup Gw, udah terlalu sering Gw kecewa. Sama keluarga, sahabat, bahkan sama orang yang paling Gw sayang (intensitasnya selalu). Samape - sampe rasanya Gw udah mati rasa, dan nggak bisa lagi menangis karena air mata udah mengering.

Pengen banget Gw bagi rasa kecewa ini sama seseorang, tapi Gw nggak mungkin sekejam itu. Buat Gw, menutup diri adalah prinsip hidup Gw sekarang. Bukankah lebih menyenangkan melihat orang - orang disekitar Loe tersenyum, ketimbang membawa mereka kelembah kesedihan yang bahkan sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan mereka.

Mungkin semua itu kedengarannya terlalu sombong, karena memang kenyataannya kita cuma manusia biasa yang lemah tanpa tempat bertumpu. Itu semua hak setiap manusia, untuk memilih apa yang harus dan tak harus dilakukan.

Oh iya, akhir - akhir ini Gw baru sadar akan beberapa hal :
1. Bahwa nggak ada keajaiban didunia ini
2. Memilih untuk tidak memilih, adalah pilihan
3. Ada do'a yang mengiriki kita, dari sumber yang entah dimana
4. Untuk menjadi diri Loe, harus melihat orang lain dulu

Suatu saat nanti Gw akan coba jelasin, kenapa Gw bisa bilang tentang semua itu.

Ok, mungkin cuma ini yang bisa Gw bagi untuk saat ini. Satu kalimat terakhir, "UNTUK MERAIH SUKSES, PERJALANNANYA BERLIKU - LIKU DAN TERJAL". Jadi, jangan pernah putus asa, dan yakinlah bahwa sukses itu hanya menunggu waktu dan sesuai dengan yang kita usahakan.

Kamis, 15 Oktober 2009

inilah Gw...


Gw mau cerita sedikit tentang sahabat2 Gw, ya untuk sekedar Loe semua tahu aja ‘Gw pernah nggak percaya sama apa itu persahabatan’. Bertahun2 itu melekat diotak Gw, sebagai omong kosong yang banyak dikumandangin orang2. Semua itu bukan bukan nggak beralasan, Gw sempet nganggep sahabat Gw sebagai rival (pesaing) Gw. Tapi ya akhirnya Gw sadar kalo tindakan Gw itu salah, semua itu harusnya nggak berarti apa2, karena Gw udah temenan sama dia dari kecil. Kembali ketopik utama, Gw mau cerita tentang sahabat2 Gw.
Untuk saat ini Gw nggak bisa sebutin berapa banyak sahabat Gw, karena ini masih masa transisi Gw. Gw sama semua temen2 baik Gw dipisahkan sama dunia baru ini, dunia perkuliahan. Makannya Gw masih belum bisa pastiin berapa banyak sahabat Gw.
Yang pasti sekarang ada cinta, honey, dan sweety yang stand by 24 jam buat Gw, jadi apa mereka bisa dibilang sahabat ???...
Gw adalah orang yang paling keras, mau sama diri sendiri, prinsip, ataupun sama orang lain. Saat Gw ngerasa Gw bener Gw nggak akan pernah mengalah untuk salah apa lagi meminta maaf pada orang lain. Pernah Gw perang dingin sama temen baik Gw, ya menurut Gw sih itu cuma karena miss comunication aja. Tapi toh nggak ada yang mau ngalah. Akhirnya Gw cuma bisa diemin dia aja, eh ternyata Gw juga salah. Temen Gw bilang Gw nggak usaha memperbaiki hubungan kita, serbasalah jadinya. Tapi suatu hari Gw sadar betapa egoisnya Gw, Gw belajar itu dari cinta. Cinta pernah dihianatin sahabatnya, tapi dia masih bisa maafin sahabatnya itu, kenapa Gw nggak bisa. Dan pada sore yang amat bersejarah dalam hidup Gw, Gw memusuhi diri Gw, merendahkan diri Gw untuk meminta maaf. Huhh… untunglah waktu itu Gw bisa nekat, coba kalo nggak, musuh Gw nambah, dan Gw tetep jadi orang egois yang nggak berguna.
Sekarang bisa dibilang hubungan Gw sama semua temen2 Gw baik2 aja. Walau kadang Gw masih ngerasa nggak punya temen, tapi Gw yakin jauh entah dimana itu ada seorang teman yang sedang mengingat Gw dan berharap bisa bertemu Gw lagi. Hehehe… bukannya Gw GR, tapi apa salahnya Gw berharap demikian.
Semoga semakin kedepan temen Gw nambah, bukannya berkurang. Dan Gw bisa lebih yakin lagi, seberapa banyak sahabat Gw sebenernya.
Sekedar saran buat Loe semua. Disaat hubungan Loe sama orang yang Loe anggep sahabat mulai rusak, coba Loe tanya kedalam hati Loe. Seberapa besar peranan / perhatian / pengorbanan / waktu yang kalian habiskan bersama sang sahabat ? dan apakah masalah ini sebanding sama apa yang udah kalian lewati bersama selama ini ?
Jangan pernah malu mengaku kalah sama sahabat guys, kalo mereka memang sahabat Loe mereka nggak akan merasa menang atas Loe !!!

Rabu, 14 Oktober 2009

ini tulisan ku 2


§ 3 Oktober 2008
Saat aku takut harus sendiri,
Kau datang meyakinkan ku. . .
Bahwa ini adalah kedamaian. . .
Bukan kegelapan yang mengerikan. . .

§ 4 Oktober 2008
Aku takut. . .
Hanya itu yang ku rasakan saat ini
Entah mengapa harus takut. . .
Aku tak dapat menangis,
Tersenyumpun enggan
Sepertinya langit runtuh,
Menimpa tubuh ku yang rentan ini. . .
Menyedihkan,
Tak ada seorangpun yang menyadarinya
Tak ada yang menolong ku
Aku sendiri terpuruk disini. . .

§ 30 Oktober 2008
Sebuah nama. . .
Milik seseorang yang begitu indah. . .
Namun kini semua telah pergi meninggalkan ku,
Sendiri dalam ratapan kesunyian. . .
Mungki aku tak pernah siap menerima keputusannya,
Tapu bukan berarti aku harus belajar membencinya. . .
Aku tetap menitipkan hati ku padanya,
Tanpa ia sadari. . .
Terluka hati ku, memang. . .
Sayangnya rasa cinta ini terlalu besar,
Mengalahkan rasa sakit ini. . .

§ 4 November 2008
Tak semestinya cinta selalu berkorban. . .
Selalu diungkapkan. . .
Meminta pengertian. . .
Tapi seharusnya cinta dapat memberikan kekuatan,
Untuk bermimpi. . .

Hujan diluar sana mengingatkan ku,
Pada sesuatu yang sudah ku lupakan sejak lama. . .
Ingin aku tertidur saja,
Melupakan semua. . .
§ 7 November 2008
Kebisingan yang membuatku merasa sendiri. . .
Ingin aku gapai kegelapan,
Agar mencapai damai. . .
Bosan aku merasa tersingkir. . .
Andai Tuhan meng-izinkan,
Ingin sesaat saja aku tinggalkan jasad ini. . .
Agar dapat menyatu dengan kedamaian. . .

§ 17 November 2008
Merajut benang yang kusut hanyakah kesia-siaan. . .
Namun sabar,
Membuat segalanya berubah. . .
Cinta telah menghadirkan ku dari ketiadaan. . .
Dan mungkin cinta itu pula yang akan membuat ku tiada. . .
Harapan memang selalu menjadi mimpi. . .
Saat kenyataan bagai air yang deras mengalir,
Akhirnya aku hanyut dan tersadar,
Ini bukan mimpi. . .

Bukan salah mu, kini kita berjauhan. . .
Bukan salah mu, aku menangis. . .
Bukan salah mu, aku merusak diri ku sendiri. . .
Ini semua memang salah ku. . .
Terlalu memaksakan cinta yang sangat menjijikkan. . .
Biar aku begini,
Takkan aku menyalahkan mu atas segalanya. . .

§ 25 November 2008
Seakan dunia berakhir,
Saat dia berpaling. . .
Udara begitu mahal untuk ku hirup. . .
Air mengering tak dapat menghilangkan dahaga. . .
Matahari meredup membuatku membeku. . .
Bintang bersembunyi enggan mencapai keindahan. . .
Hati begitu hampa,
Penuh dengan kegelapan tanpa celah. . .

§ 27 November 2008
Sekian lama aku pendam amarah ini rapat-rapat. . .
Berusaha bertahan agar tak melukai siapapun. . .
Tapi aku lupa,
Bahwa amarah itu dapat melukai diri ku sendiri. . .
“ Aku gagal ”, itu yang ku tahu saat ini. . .
Aku tak dapat mengalahkan diri ku sendiri. . .
Aku tak dapat menerima kenyataan. . .
Tetapi baru sesaat yang lalu aku tersadar. . .
Bahwa masih ada kesempatan. . .
Bukan menjadi sempurna. . .
Tapi untuk menjadi lebih baik. . .

§ 2 Desember 2008
Lelah aku bersabar. . .
Membentuk cangkang diluar keterbatasan ku. . .
Berusaha mengerti dan mengabdi. . .
Tapi tak ada gunanya. . .
Aku ingin mereka tahu. . .
Bagaimana menjadi aku,
Sulitnya menjadi aku. . .
Lemahnya aku, hancurnya aku. . .
Tak bahagianya aku. . .
Suatu saat semua itu akan menjadi berita besar. . .
Menjadi peringatan bagi dunia. . .
Jikala mereka tak berubah,
Hancurlah segalanya. . .
Dan itu, aku yang akan membuatnya. . .

§ 4 Desember 2008
Bukan Semua Ini
Aku memang bermimpi. . .
Berharap menjadi mentari,
Dirindukan oleh sosoknya. . .
Mencoba menebar benih disepanjang jalan. . .
Tetapi, bukan semua ini. . .
Yang ku harap jadi akhirnya. . .
Sebagai buah yang dapat ku petik. . .
Mengapa hanya dusta yang dapat ku nikmati. . .

§ 22 Desember 2008
Tanpa Syarat danPamri
Entah, apakah aku telah salah…
Untuk tidak membencinya…
Tak sanggup hati melupakannya…
Karena terlalu indah,
Dan berarti…
Namun tak kuasa aku menahan,
Teriakan mereka...
Yang memaksa ku melupakannya...
Suara yang mengingatkan ku,
Bahwa dia telah melukai ku...
Membuat ku menangis...
Aku tak perduli,
Walau harus seperti ini....
Terus bertahan untuk kalah...
Semua ini ku lakukan,
Karena inilah cara ku mencintai...
Tanpa syarat dan pamri...

§ 23 Desember 2008
Dunia memang tidak adil. . .
Tapi bukan itu maslahnya. . .
Bagaimana cara kita menandangnya,
Itulah teka-tekinya. . .

Mungkin aku pernah gagal. . .
Untuk melawan diri ku sendiri,
Dan menjawab tantangan dunia. . .
Tapi Tuhan berkehendak lain. . .
Didatangkan-Nya guru untuk ku. . .
Agar aku belajar dan bangkit. . .
Kini aku sedang menyusun rangkaian balok kehidupan ku. . .
Tahap demi tahap,
Untuk menjadi PEMENANG. . .

§ 27 Desember 2008
Akhirnya aku mengerti,
Arti cinta tak bersyarat. . .
Itu semua karena mu. . .
Walau apapun yang telah kau lakukan pada ku,
Cinta ini akan tetap tertanam dalam hati ku. . .
Selamanya. . .
Kau adalah satu-satunya alasan ku bertahan hidup,
Disaat dunia ini menolak ku. . .
Mungkin tak seharusnya aku begini,
Tapi semua sudah terjadi dan tak akan pernah berubah. . .
Tetap memilih mu dan berpihak pada kesendirian abadi. . .

§ 29 Desember 2008
Entah apa lagi yang dapat ku lakukan. . .
Untuk dapat membuat mu kembali. . .
Sepenuh hati telah ku ungkap rasa di hati. . .
Ku gadaikan air mata ini hanya untuk mu. . .
Ku korbankan hati ku hanya untuk mu. . .
Tapi telah terlambat ku sadari,
Semua itu menghancurkan ku. . .
Karena selama ini ada seseorang,
Yang begitu memuja ku. . .
Mempertaruhkan segenap keberaniannya. . .
Dan baru ku sadari sekarang. . .
Bodoh memang,
Menghancurkan diri ku. . .
Demi sepercik api abadi yang malah membakar ku. . .

“ Dia telah menemukan apa yang dia inginkan, kini saatnya aku mencari apa yang aku butuhkan. . . ”

“ Tuhan tak akan membuat pecintanya merasa sendiri. . . ”

§ 6 Januari 2009
Tuhan. . .
Inikah pertanda dari kuasa-Mu. . .
Disaat dunia ini mulai bergejolak,
Seakan akhirat Mu terpapar di langit. . .
Kau ambil jiwa-jiwa yang Kau kehendaki. . .
Kau kuatkan hati-hati yang lemah. . .
Kau janjikan surga-Mu bagi raga yang suci. . .
Semua begitu sempurna dan mudah bagi-Mu. . .
Tuhan. . .
Aku hanyalah makhluk-Mu yang kecil. . .
Tak pernah sebanding dengan Mu. . .
Tak pernah sempurna dihadapan Mu. . .
Berikan aku waktu,
Untuk mengais bekal ke akhirat-Mu. . .
Tolong terima sekecil apapun ibadah ku. . .
Lapangkan hati ku hanya untuk Mu. . .

§ 17 Januari 2009
Harusnya aku sudah lelah menanti. . .
Karena sudah terlalu banyak luka yang harus ku rasakan. . .
Dan penyesalan yang harus ku tanggung. . .
Tetapi cinta ini seakan enggan membencinya. . .
Terlalu menyakitkan memaksakan keinginan itu. . .
§ 24 Januari 2009
Kebahagian memang bukan milik ku. . .
Tetapi, tak berarti ada air mata abadi mengalir dipalung hati ku. . .
Akupun berhak atas tawa itu. . .
Namun mengapa tak ada yang memberi. . .
Terlalu hinakah diri ku untuk semua itu. . .
Tak pernah ku dekap kedamaian. . .
Terlalu banyak luka goresan,
Menjadikan hidup ku tak berarti. . .

§ 4 Juni 2009
Suatu ketika ku terbangun..
Tersadar dari sebuah mimpi panjang yang suram,
Kau sambut tangan ini dengan jabatan yang begitu erat dan hangat..
Begitu indah kenyataan yang kini ku hadapi,
Tak ingin ku lepas tangan itu jika mampu..
Kau membuatku percaya,
Bahwa matahari akan tersenyum padaku jika ku membuka mata ini saat fajar esok hari..
Kau pula yang membuat setiap hembusan nafasku kini berarti..
Sahabat.. Kau telah membuktikan..
Saat terpaan kabut pekat menghantam jalinan tangan kita,
Namun kita tetap bersama..
Untuk menjadi semakin kokoh,
Membuktikan pada dunia bahwa masih ada yang abadi di dunia ini..
PERSAHABATAN KITA..

Mengenalmu adalah anugerah..
Setiap tawa yang ku nikmati bersamamu,
Setiap buih air mata yang berlinang dihadapanmu..
Tak pernah ku sesali..
Kau yang membuatku berpaling kembali kemasa lalu,
Untuk mempercayai kembali ‘Apa Itu Persahabatan !’..
Kau pula yang membuatku yakin,
Bahwa masih ada satu alasan untuk ku mempertahankan detakan jantung ini..
Kian besar ego yang menjadi benteng kokoh pemisah kita,
Tetapi percayalah semua itu akan roboh dengan sendirinya..
Karena kita memiliki sebuah kekuatan..
Dari kepercayaan.. Pengertian..
Yang terangkai dalam satu kata ‘PERSAHABATAN’..
Yang tak akan pudar terkikis masa..


§ 29 Juni 2009
Cinta sejati tak pernah meminta balasan.
Bahkan walau harus terluka karenanya,
Tak akan pernah hati ini mencoba membencinya.
Setegar mungin menerima kebahagiaannya,
Dengan orang lain.
Menagis dikegelapan,
Agar tak seorangpun mengetahui betapa pedihnya hati.
Berharap ia tak menangis seperi ku disini....
Dan tetap menjaga kesucian cinta ini,
Meskipun harus tenggelam abadi didasar jiwa.
Sendirian... juga terpuruk...

§ 9 Juli 2009
Keraguan yang tak ku harapkan
Ingin aku menpercayainya
Menyakini cintanya
Tetapi hati ini lelah
Penantian yang tak berujung
Mengikis rasa cintaku
Kini aku hanya dapat berharap
Waktu membantuku
Untuk melupakan cinta ini
Dan suatu saat nanti tak ada lagi luka membekas

ini tulisan ku


-9 Februari 2006
Diri mu…
Hari ini kau ada dipikiran ku…
Kemarin kau pun ada dipikiran ku...
Mengapa bayang mu selalu menghantui ku...
Tapi mengapa diri mu tak hadir dihadapan ku...
Mengapa kau menghukum ku seperti ini...
Apa salah ku pada mu...
Salahkah aku yang mencintai mu...
Aku tak akan melupakan mu,
Selalu menanti cinta mu...
Rinduku pada mu tak akan terobati,
Tanpa kehadiran mu...

Biar saja air mengalir, angin berhembus...
Dan cinta ku kandas...
Namun tetap aku tak rela melepaskan diri mu...
Selalu aku merasa kau terbaik untuk ku, namun bukan untuk ku...

16 Februari 2006
Saat dia dekat tak terasa sesuatu dilubuk hati...
Namun setelah dia pergi jauh dari ku,
Terasa hilang sesuatu dari hidup ku...
Tak berniat hati ku melepaskan mu,
Namun diri ku ini tak mampu menahan kepergian mu...
Andaikan ku bisa menahan mu,
Tak akan pernah ku lepaskan lagi diri mu...
Kau begitu berarti dalam hidup ku...
Tak akan ada yang dapat menggantikan diri mu dihati ku...
Selalu...



Indah
Andai aku burung...
Ku kan terbang kesana kemari...
Dan dipagi hari kan ku pecah kesunyian dengan suara indah ku...
Ku terbang dengan menatap matahari yang tersenyum...
Dibelai angin yang sejuk,
Dan dipeluk awan yang cerah...
Kan ku buat semua tersenyum melihat ku,
Yang bebas terbang dilangit biru...
Dan kan ku bawa kebahagiaan kemanapun ku pergi...
Andai semua itu bisa jadi kenyataan,
Kan ku bahagia selamanya...

9 Juni 2006
Dalam hidup ini tidak semua hal memberikan kita pilihan,
Ada hal – hal yang tidak perlu dipilih...
Tapi butuh kepastian...
Kalau saja mata bisa diputar kebelakang,
Kita pasti bisa melihat otak kita sendiri...
Tapikan itu mustahil terjadi...
Seperti waktu...
Kalau saja bisa diputar ulang,
Pasti kita bisa saja perbaiki semua kesalahan kita...
Dan hidup ini akan terasa indah...
Dan serasa abadi...
Tapi itu semua mustahil juga...
Tak ada yang sempurna di dunia ini karena dunia ini FANA...

13 Mei 2007
Kematian...
Bagi sebagian orang kematian berarti terlepas dari BEBAN di dunia...
Dan sebagian lainnya tidak menginginkan,
Karena berarti melepaskan kebahagiaan dunia...
Pada saat upacara pemakaman adalah saat yang sakral...
Dimana semua orang yang jauh ikut berkumpul bersama,
Untuk berdo’a dan mengenang...
Kematian melepaskan diri kita dari ikatan dan siksa dunia...
Namun juga awal pertanggung jawaban kita di tempat TUHAN…

23 Juni 2007
DIA
Andai air mata ini menetes lagi,
Takkan ku biarkan seorang pun melihatnya…
Takkan pernah ku bagi kesedihan ini dengan siapa pun kecuali dia ...
Dia yang membuat ku terluka,
Dia yang membuat ku kecewa,
Dan dia yang menghilangkan kepercayaan ku...
Kepercayaan akan kekuatan cinta...
Dan kepercayaan akan seorang cinta sejati...
Dia ... Dan dia ..Seorang BADUT…
Dia .... Bertopeng, tanpa keberanian, Pengecut,
Dan pembohong terbesar di dunia ini…
Mungkin luka ini akan terobati…
Dengan sebuah kata maaf,
Dan sebuah penjelasan panjang…
Saat itu tak semua salah dia,
Awalnya salah ku…
Namun dia yang tak mengerti aku,
Dan itu suatu kesalahan,
Yang menjadi bumerang saat ini…
Nanti bila saat itu datang,
Perjumpaan yang diharapkan,
Aku akan mengucap kata maaf…
Walau pun mungkin dia tak akan pernah mengucapnya…
Dan nanti saat hati terbebas,
Dari rasa menyesal…
Dia akan mulai belajar akan arti masa lalu…
Yang meminta agar diingat kembali…
Dan mungkin air mata ini,
Tak akan pernah berhenti menetes…
Hingga saat itu tiba…
Walau pun nantinya kembali diiringi kesedihan,
Karena perpisahan kembali terjadi,
Namun beriring kebebasan hati…

1 Juli 2007
Mimpi ku…
Dalam mimpi,
Ku terjaga…
Saat sosok itu muncul,
Pangeran berkuda putih...
Aku yakin dialah mimpi ku...
Yang ku yakin kan nyata...
Namun setelah sekian lama,
Mata ku mulai terbuka...
Itu semua hanyalah bunga tidur,
Bunga tidur yang sempurna...
Dan tak akan pernah sempurna di dunia nyata...
Kini...Hanyalah penantian,
Yang ku harap berakhir...
Penantian…Akan seorang pangeran…
Dan mimpi ku akan selalu menjadi musuh ku…




7 Juli 2007
Cinta…
Di dunia ini ada sebuah keajaiban…
Namun tak semua orang membanggakannya…
Berbahagialah orang – orang yang dapat memilikinya,
Dan kasihanilah mereka yang tidak memilikinya…
Sebuah rasa yang begitu indah…
Namun dapat menjerumuskan orang yang merasakannya...
Tetapi dapat membuat orang yang merasakannya menikmati hidup...
Keajaiban dunia berupa rasa...
Bukan manis, harum atau pun bahagia...
Rasa yang mencampur rasa manis, harum dan bahagia...
Sebuah rasa CINTA...

11 Juli 2007
Hari yang cerah, tak berarti baik...
Dan hari yang mendung, dapat berarti baik...
Cuaca tak bisa menjadi gambaran hati,
Ada kalanya mereka bertolak belakang dengan perasaan kita...
Namun cuaca buruk dapat menjadi saat yang baik,
Untuk melampiaskan amarah...
Berjalanlah disaat hujan lebat,
Dikala hati mu kacau...
Maka kau tak akan sendiri,
Ada rintik hujan yang menemani...

27 Juli 2007
Ketika saat itu tiba,
Semua orang bertanya...
"Apakah ini nyata ?"
Mungkinkah hal yang mustahil terwujud...
Mimpi yang buruk menjadi jendela hidup,
Menghadapi hari ini...
Lari...Berlari tanpa henti,
Dan ku harap tak kan ada yang menghentikannya...
Karena aku akan menuju akhir dari sepanjang jalan hidup ku...
Terhenti untuk memulai yang lebih buruk...

7 Agustus 2007
Ini adalah sebuah hukuman...
Atas Perbuatan yang sangat jahat...
Bukan kriminalitas,
Tapi meninggalkan luka yamg mendalam...
Dunia seakan menolak segenap ketulusan cinta yang terpendam...
Mungkinkah ini permintaan mereka untuk ku..
Karena aku telah mencabik hati mereka dalam sekejap..
Hati ini selalu berontak…
Karena tak tahan menahan rasa cinta yang bergejolak,
Namun tak terbalas…
Semua orang serasa tak mau mengerti aku…
Sama seperti aku yang tak dapat mengerti mereka,
Karena sejuta alasan…

12 Agustus 2007
Panasnya hati ini… saat mereka tertawa,
Mengapa aku tidak bisa tertawa…
Luka hati ini saat air mata itu menetes,
Namun mengapa bukan untuk ku…
Di dunia ini aku tak sendiri tetapi didalam jiwa ini aku sendirian...

14 Agustus 2007
Cinta adalah sebuah anugerah...
Yang harus disyukuri dan dimanfaatkan…
Karena cinta tak akan bertahan untuk menanti...
Kau dan aku...
Mungkin kau akan melupakan semua sebatas mimpi...
Tetapi dunia sudah menjadi saksi,
Akan kesalahan ku...

Aku dan Kau...
Kau memang tidak pantas untuk dikenang...
Karena kau tak pernah mengenang ku...
Walau aku berbahagia karena kau mengingat wajah ku...
Walau mungkin samar... Saat itu...
Orang yang selalu ku puja,
Tak pernah mengerti perasaan ku...
Kau tak mau bertanya pada ku...
"APAKAH KAU MASIH CINTA PADA KU ?"
Hanya caci yang bisa kau beri...
Tanpa mau mengerti aku...

12 Oktober 2007
Perasaan..
Kebahagiaan... Kesedihan...
Dua kata yang selalu bergema diatas bumi...
Dua kata yang sama – sama menggambarkan perasaan...
Tetapi memiliki arti yang berbeda...
Kebahagiaan terkadang datang tanpa didundang,
Namun kesedihan adalah sebuah akibat...
Siapapun yang disuruh memilih,
Sudah pasti akan memilih kebahagiaan...
Namun tanpa disadari kesedihan itu harus hadir...
Karena tanpa kesedihan kita tak akan pernah mengerti kata kebahagiaan…
Karena tanpa kesedihan dunia akan membosankan…
Hanya ada tawa terbahak yang bising…

Dia…
Dia… Sosok yang begitu indah…
Sosok yang pernah ku kenal… sosok yang pernah ku rindu…
Cinta yang begitu sempurna telah menutup hati ini...
Karena hanya dia seorang yang memiliki ruang didalam hati ini...
Namun waktu tak dapat terhenti...
Sebuah kelalaian telah menguji...
Dan dapat dipastikan cinta ini kandas sia – sia...
Banyak waktu terbuang untuk menyadari sebuah kesalahan...
Kesalahan yang membahagiakan namun juga menyedihkan...
Terima kasih Tuhan,
kau telah mengizinkan ku tuk mengenalnya dan mencintainya...
Tetapi aku akan lebih berterima kasih lagi,
Bila Kau membantu ku melupakan rasa cinta itu...

17 Oktober 2007
Dia...
Dahulu saat rasa rindu menyelimuti,
Tergambar begitu indah sosok dirinya...
Tetapi kini saat semua telah berubah...
Rasa rindu ini sangat menyakitkan...
Berjuta pertanyaan terniang dipikiran ini...
Masihkah dia mengingat ku ?
Akankah dia merindu ku ?
Mungkinkah dia mencintai ku ?
Marahkah dia pada ku ?
Dan berjuta pertanyaan lainnya...
Sebuah kesalahan yang tak akan ku ulangi...

9 November 2007
Saat sebuah awal dimulai...
Segenep kekuatan ku kerahkan…
Banyak harapan akan hasil yang sempurna…
Namun aku terlalu cepat menyimpulkan…
Hinga akhirnya semua hancur sia – sia...
Sebuah awal membuat ku lupa akan akhir...
Kini hanya kepedihan yang ku dapat...

16 November 2007
Karena aku selalu sendiri...
Saat tertawa pun sesungguhnya aku menangis...
Sejak kematian yang dinanti tak kunjung tiba,
Diri ini mulai resah menahan perih...
Disaat tak ada orang yang mau mengenalku,
Padahal aku dapat mengenal mereka...
Luka hati tak akan pernah dapat diobati...
Apalagi saat orang yang paling ku percaya mencurigai ku...
Bodoh...
Selama ini aku berteman dengan mereka...
Harusnya aku sendiri saja...
Karena ini semua malah meyakinkan ku,
Agar cepat – cepat mencari akhir perjalanan...

14 Desember 2007
Pencarian akan sebuah jati diri sangat melelahkan…
Sama halnya dengan mencari apa yang disembunyikan Tuhan…
Dalam sebuah pencarian,
Bukan hanya menunggu…
Tetapi mencoba akan segala kemungkinan…
Berlari tak akan membantu,
Hanya akan melelahkan…
Tetapi berdo’a akan mencerahkan jiwa…
Hidup ini ada tujuannya bukan hanya tuk terdiam…
Saat tujuan itu tercapai berakhirlah kehidupan ini…
31 Desember 2007
Sebuah perjalanan yang panjang pun pasti ada ujungnya…
Berarti bukan hal yang tak mungkin,
Cinta yang sedang bersemi kandas...
Hidup ini penuh dengan pilihan...
Namun ada saatnya kita sendirilah yang harus membuat pilihan itu…
Saat harus dihadapkan oleh pilihan itulah,
Hati kecil menjadi pegangan yang sangat berarti…
Mungkin mimpi akan tetap menjadi bunga tidur...
Tapi kenyataan dapat berarti mimpi buruk,
Yang tak dapat kita terbangun untuk menghindarinya...

3 Januari 2008
Sungguh pertemuan yang awalnya tak ku hiraukan…
Tapi malah pertemuan itu yang kini melukai ku...
Karena dia seperti memberikan sebuah harapan...
Yang memang sebuah harapan, harapan kosong yang tak jelas...
Bodoh aku terlalu cepat berharap...
Tapi walaupun harapan itu pasti kita tak bisa…
Sebuah alasan yang sangat mendasar terlalu hebat…
Mengalahkan keberanianku…
Lukisan wajahnya, ukiran nama mu begitu bertubi…
Menghantui ku tanpa ampun...
Kini aku mulai melupakan perasaan itu...
Namun tak akan pernah ku lupakan pertemuan itu...
Karena terlalu indah...
Aku memang bukan malaikat cantik,
yang patut kau rindukan...
Tapi aku adalah bagian dari masa lalu mu...
Yang patut kau hargai...


4 Februari 2008
Cinta ini Begitu menyakitkan…
Aku lelah menjalaninya…
Namun mengapa,
Aku selalu terjatuh di tempat yang sama…
Mengapa tak seorangpun menolong ku...
Apakah benar di dunia ini aku sendiri...
Kenapa tak seorangpun tersadar bila aku terluka...

13 Februari 2007
Terluka karena sebab yang tak tahu pasti...
Merasa terlupakan,
tertindas...
Aku ingin kembali...

28 Februari 2008
Langit biru tak dapat membuat hati yang lelah menjadi pulih...
Malah menjadi lebih menyakitkan,
Saat ada sosok sebuah bayangan bersembunyi dibalik awan...
Lelah aku berlari, bersembunyi...
Untuk memungkiri rasa itu...
Menyakitkan...
Melukai diri ku hingga mendarah daging...
Saat ku butuh tempat berbagi,
Mengapa ia tak datang...
Hanya air mata yang bisa menemani ku...
Berselimut kesepian dan kepekatan kegelapan...

3 Maret 2008
Apakah di dunia ini sudah tidak ada lagi tempat yang nyama,
bahkan rumahku sendiri bagaikan neraka...
Orang - orang yang ku cinta, tak pernah dapat mengerti...
Aku lelah berlari, hingga akhirnya aku singgah di sebuah istana...
Namun sayang beribu sayang ternyata aku salah...
Nyatanya istana itu adalah istana para iblis...
Aku salah dan semua orang membenciku...
Aku takut harus sendiri tapi mengapa mereka seakan tak mau tahu itu...
Bahkan air mata ini pun sudah lelah,
dan seakan ia akan pergi juga meninggalkan ku...
Tuhan salahkah aku yang melalaikan Mu...
Mengapa begitu besar siksa Mu…
Tuhan ajarkan aku mengenal diri ku…
Ajarkan aku mencintai diri ku...
Ajarkan aku mencintai Mu...
Berikan aku kedamaian...
Berikan aku cinta...
Jangan biarkan aku lelah untuk menghindar.....
Bantu aku untuk berdiri mengejar hidupku.....
Tuhan hanya kau yang dapat mendengar aku saat ini,
maka berilah sebuah cahaya dalam hidupku.......

11 Maret 2008
Semua yang sudah terlalui,
seakan meminta pertanggung jawaban atas sebuah kesalahan.....
kesalahan yang indah.....
Sebuah pengharapan besar hancur lebur saat matahari itu berpaling.....
Entah kerena kecewa atau merasa bosan......
Aku tak mampu menahan luka yang semakin membesar,
Tak dapat terobati. …
Begitu perih dan semakin menyakiti saat malam tiba.....
Seakan dunia menertawakan, menyalahkan, dan membenci ku......
Cinta yang begitu besar tak dapat membuatnya kembali.......
Lupakah dia, akan semua janjinya.......
Aku ingin membencinya, tapi terlalu sulit.....
Ingin ku ungkapkan semua rasa di hadapannya,
Ku teriakkan dan ku harap semua orang mendengarnya.......
Lelah aku selalu disalahkan, mengapa dia hanya diam di sana.....
Dan menertawakanku........
Tersiksa ku di sini sedang dia tak pernah lelah mencerca dan memaki ku.....
Ku harap kan datang seorang malaikat, yang akan mengulurkan tangannya untuk membantu ku bangkit.......
Tuhan dengarlah pinta hamba Mu yang hina ini.....

20 Maret 2008
Sosok diantara kegelapan…
Yang tersenyum, dan seakan melambaikan tangan pada ku…
Sangat mengejutkan…
Aku penuh harap, siapa dia...
Andai dapat ku lihat wajahnya,
Kan ku menjadi manusia paling berbahagia...

Mungkin suatu kesalahan,
Masih mengharapkan mu hingga saat ini...
Tapi bukan tak mungkin diri mu marah...
Aku cukup sadar, telah melukai mu...
Apakah kau mau mengerti,
Aku disini terluka…
Adakah rasa dihati mu,
Untuk memaafkan ku...
Andai kau datang,
Aku akan mengucap maaf...
Lalu ku pergi,
Dan tak akan lagi hadir dihadapan mu...
Sudah cukup lama, waktu yang terbuang...
Pintu hati yang meragu...
Air mata yang mengering...
Apakah masih kurang terbalas,
Cukup sulit ku terima...
Tak ada seorangpun yang membantu ku,
Bangkit dari keterpurukan ini...
Andai kau dengar teriak hati ku...
Yang meminta keadilan...
Memohon pengampunan...
Mengharap pengertian…

Mengapa kita harus bertemu,
Bila akhirnya menyakitkan…
Aku pikir saat itu,
Kita akan tetap bersama…
Namun semua berakhir,
Tanpa kata maaf dan penyesalan…
Sangat mengecewakan,
Tak adil…
Tuhan berikan aku satu kesempatan,
Bukan dengannya...
Dengan orang lain yang lebih baik...
Berikan aku cahaya ditengah pekatnya kegelapan...
Aku lelah berlari, aku bosan terluka...
Hapuskan bayangannya,
Hilangkan dari pikiran ku...
Aku ingin memulai dari awal...
Dengan hati yang lebih mantap....
Pikiran yang lebih sehat...
Pengertian yang teramat...
Dan cinta yang mendarah daging...
25 Maret 2008
Dia adalah sosok yang begitu indah…
Tak pernah menyesal aku pernah mengenalnya, walau hanya sesaat…
Kenangan manis yang membuat ku selalu ingin tersenyum….
Pancaran di wajahnya memberikan kekuatan baru dalam kehidupan ku…
Kata – katanya begitu membekas dalam relung hati ku…
Andai aku dapat terus bersamanya,
pasti akan ku bahagiakan dia seperti dia telah membahagiakan ku…
Namun aku tak ingin melukai hanya karena ego ku…
Ku biarkan dia bahagia dengan orang yang dia anggap pantas….
Karena apa pun yang dia lakukan, walau itu menyakitkan….
Asalkan ku dapat melihat senyumannya aku rela harus berkorban…
Tuhan berikan kekuatan dalam diri ku...
Untuk dapat melihatnya bahagia dengan yang lain…
Cinta bagi ku tak harus memiliki…
Ya.. Ku harap kau tak terluka…
Namun bila hal itu terjadi, aku akan selalu bersedia membahagiakan mu…
Kedatangan mu,
Walau saat badai sekalipun tak akan pernah memberatkan pundak ku…
Bila kau bahagia disana…
Do’akan aku bisa mendapatkaan orang yang sebaik diri mu…
Walupun tak sama, tapi setidaknya tak akan melukai ku…

26 Maret 2008
Muhammad…
Kau adalah manusia yang paling sempurna, yang pernah diciptakan Tuhan…
Hati mu begitu suci,
Dan tak akan pernah ternoda…
Senyum mu, menyejukkan alam yang gersang…
Lisan mu, menggetarkan setiap jiwa yang haus akan cinta Tuhannya…
Kau adalah penyempurna dari yang terdahulu…
Selalu menjadi tauladan bagi setiap kaum terpilih…
Muhammad…
Kaulah Rasul Allah…
Kau adalah petunjuk bagi kami…
Kau penerima Al-Qur’an,
Pedoman yang sempurna dan tak akan pernah berubah terkikis masa…
Perjalanan mu teramat jauh…
Begitu banyak kerikil tajam yang menimpa mu…
Namun kau biarkan tiap tetes darah mu dengan besar hati…
Karena Allah selalu menyertai tiap langkah mu…
Nama mu akan selalu begema di seluruh penjuru…
Kami umat mu…
Akan menjadi hembusan angin…
Yang akan melanjutkan langkah mu…

30 Maret 2008
Kau tak seburuk yang ku bayangkan…
Mungkin kau selalu terlihat menakutkan,
Tapi baru ku sadari hati mu begitu lembut…
Perhatian mu yang besar...
Jalan pikir yang sederhana
Dan tentunya senyum mempesona yang jarang kau perlihatkan…
Memang aku telah salah menilai mu,
Tapi aku tak pernah menyesal…
Karena bila ku tak salah menilai,
Tak akan ku mencoba mengenal mu…
Kini begitu besar keinginan ku untuk mengenalmu…
Ternyata masih ada kaum adam yang sebaik diri mu…
Hari itu,
Saat aku berdiri di samping mu aku merasa nyaman…
Seakan tak akan ada hal buruk yang akan terjadi…
Kau tahu banyak hal,
Kau sampaikan semua dengan bijak…
Ku tahu kau memang hanya manusia biasa yang memiliki salah…
Tapi kau tak berusaha menutupi salah mu,
Melainkan memperbaikinya…
Semoga kau tak marah,
Aku mengagumi sosok mu disini..

Tuhan...
Kuasa Mu amat besar...
Kau ijinkan aku terbangun dipagi ini...
Kau biarkan aku menghapus dahaga ku akan cinta Mu...
Sujud ku dimalam yang larut Kau gantikan,
Dengan kesejukan hembusan nikmat Mu...
Aku hanya sebuih debu,
Diantara lusa karya Mu...
Dan Kau adalah siraman kehidupan dalam hidup ku...

14 April 2008
Mengapa semua mesti diawali dengan kebisingan,
Disaat diam bisa menjadi penyelamat...
Mereka memang bukan aku,
Dan aku tak bisa jadi mereka...
Tapi andai saja mereka tahu,
Diam mereka bisa membantu...
Menyumpal telingapun bukan hal yang mudah,
Karena harus menangkap sebuah titik pembicaraan...
Aku memang membutuhkan semua,
Tetapi apa mereka membutuhkan ku...
Semoga matahari tetap bersinar seperti ini,
Agar mereka sadar ...
Apa yang sudah mereka sia – siakan...
Aku memang bukan siapa – siapa,
Yang pantas bersanding denganmu...
Kau adalah makhluk terindah yang pernah ku temui...
Dirimu yang selalu memberi kesejukan...
Cinta yang tulus...
Kesabaran yang mendarah daging,
Walau teraniaya...
Tapi mengapa kini kau berubah,
Menjadi sosok yang tak ku kenal...
Akankah suatu hari nanti kau ungkap rasa dihati,
Dengan keberanian laksana karang yang kokoh tak tergoyangkan...
Cinta ku akan sabar menanti hingga saat itu tiba,
Tapi akankah hatimu tak jenuh menunggu...

20 Apri 2008
Andaikan Tuhan tak menakdirkan kita untuk saling memiliki,
Setidaknya biarkan aku merasakan sekejap saja menjadi kekasihmu…
Walau tanpa balas cinta darimu…
Sedikit saja perhatian yang kau beri,
Akan menjadi kebahagiaan dalam kehidupan ku…
Selamat tinggal untuk selamanya…
Semoga kita tak akan pernah bertemu kembali…
Karena lebih baik seperti itu,
Dari pada nantinya membuka luka lama...
Yang tentunya akan lebih menyakitkan...
Cinta adalah sebuah anugerah...
Tetapi saat cinta itu melukai,
Berubahlah dia menjadi neraka dunia yang kejam...

20 Mei 2008
Disaat air mata ini menetes,
Biarkanlah itu hanya untuk – Nya…
Segala permohonan,
Pengharapan…
Dan rasa takut yang akan selalu tercurah kepada – Nya…
Tuhan… berikan kami kekuatan…
Biarkan pintu hati ini selalu terbuka,
Untuk menerima segala kehendak Mu…
Aku berharap,
Kau memberikan kesempatan Ke – 2…
Untuk kami bersama – sama mencapai kejayaan,
Merasakan indahnya persatuan...
Tuhan... dengarkan segala do’a yang bergema dimalam ini...
Biarkan aku menjadi satu dari berjuta manusia,
Yang akan mengharumkan tanah kelahiran ku...

24 Mei 2008
Pohon.... Kenapa ?
Karena aku mengibaratkan kehidupan ku seperti pohon...
Aku terus tumbuh dengan bantuan orang lain...
Ranting disetiap cabang menggambarkan pengharapan ku...
Daun yang berguguran seperti pencapaian yang harus berakhir,
Dan harus tergantikan...
Kadang berbuah manis,
Namun kadang buah itu harus hancur sebelum manis...
Dan mati... disaat yang telah ditentukan Tuhan...

Setetes embun dipagi hari...
Itulah diri mu kawan...
Kau selalu memberi kesejukan bagi jiwa – jiwa yang meragu...
Kau adalah karya Tuhan yang begitu mengagumkan...
Menjadi secercah cahaya diantara kegelapan...

Mengagumkan itulah diri mu...
Sosok yang tangguh,
Bersembunyi dibalik kegelapan yang menyelimuti mu...
Kau hanya sedang mencari apa yang jiwamu teriakkan...
Kawan... tetaplah berlari menuju setitik cahaya diatas bukit itu...
Dan kau akan menemukan sebuah impiaan...

Kau kokoh bagai karang ...
Jiwa mu suci bagai embun dipagi hari...
Dan kau adalah hamparan kebahagiaan yang tak akan pernah menyusut...
Suatu kehormatan dapat mengenal kuncup bunga mawar,
Yang suatu saat akan mekar merekah...
Kawan... itulah diri mu...

Kawan... mimpi adalah sahabat mu...
Kau bagai segenggam emas yang tersembunyi dibalik hamparan pasir...
Suatu ketika kau akan bersinar diantara kegelapan...
Mimpi mu menjadi jalan hidup mu...
Itulah diri mu...

Kadang kala ada sesuatu dalam pikiran kita yang tidak perlu ditampilkan...
Cukup dimengerti,
Tanpa diungkapkan...

Cinta itu sederhana...
Namun terkadang hati ini terlalu sulit menerimanya,
Hingga membentuk sebuah kemarahan...

3 Juni 2008
Sebuah keindahan yang tidak dapat didefinisikan...
Saat melihat dirinya...
Menikmati indah matanya...
Mengartikan senyumannya...
Setiap perkataannya menggema disetiap sel otak...
Menyentuh tubuhnya lebih menyenangkan,
Ketimbang menyentuh fosil purbakala...
Dia adalah sebuah karya ilmiah yang sempurna...

18 Juni 2008
Patah hati...
Mengapa hal itu mesti ada dimuka bumi...
Disaat ada cinta baru datang,
Mengapa hati ini mesti tertutup rapat…
Ragukah hati ini...
Takut bila suatu hari nanti akan terpuruk lagi...
Tuhan berikan aku kekuatan...
Dan aku akan kerahkan seluruh tenaga yang ku miliki,
Untuk memberikan yang terbaik bagi orang yang menyayangi ku...

Kau adalah cahaya dalam kehidupan ku...
Dulu semua begitu mudah untuk dijalani...
Tetapi mengapa sekarang semua begitu rumit...
Begitu berdosakah aku pada diri mu...
Biarkan ku dekap sekejap saja cinta mu...
Berikan aku satu kesempatan,
Untuk memperbaiki semua...

29 Juni 2008
Begitu banyak tinta yang ku goreskan,
Untuk menyelesaikan tiap bait sajak yang ku buat untuk mu...
Penyesalan memang selalu datang terlambat,
Tetapi itu lebih baik dari pada harus berbohong pada diri sendiri seumur hidup...
Kau adalah satu dari berjuta anugerah terindah yang diberikan Tuhan...
Hati ini selalu hampa,
Padahal begitu banyak cinta disekeliling ku...
Cahaya akan selalu menerangi,
Dan akan tetap begitu selamanya...
Dan semoga cinta mu dapat selalu memberikan kekuatan bagi ku selamanya...

1 Juli 2008
Bulan, langit malam dan beribu bintang...
Menjadi saksi,
Akan apa yang kita bicarakan malam ini...
Hati ini terluka harus mendengar kisah mu,
Tanpa dapat menyentuh hati mu...
Andai saja kau tahu,
Ketakutan yang saat ini menyelimuti ku...
Aku ingin menangis...
Tetapi aku malu pada cahaya,
Yang membuat tangis ku dapat terlihat orang...

Aku selalu menanti kapan tetes terakhir air mata ini akan terjatuh dari pelupuk mata...
Karena aku berharap saat tiba saat itu,
Air mata ini bukan untuk mu...
Aku lelah selalu menangis untuk mu...
Kini aku akan berdo’a untuk mu...
Semoga Tuhan mendengar selalu pinta ku...

7 Juli 2008
Tuhan memberikan aku satu kesempatan...
Melalui seorang yang begitu istimewa...
Setiap kata yang terucap dari mulut mu,
Seakan menjadi petunjuk arah bagi ku...
Kau yang selalu siaga menarik tangan ku,
Bila aku mulai berpaling...
Begitu anugerah yang sempurna dapat mengenal mu...

Maaf, adalah satu – satunya hal yang ku inginkan dari mu saat ini,
Bukan cinta atau terima kasih...
Seberat apapun salah ku,
Seharusnya semua akan menyusut seiring berlalunya waktu...

Tak seorang pun dapat mengerti,
Rasa cinta ku yang teramat besar pada mu...
Yang mereka tahu hanya salah ku...
Tanpa mau mengerti penyesalan ku…

8 Juli 2008
Tidak adil...
Karena semua milik ku telah dirampas oleh dunia ini...
Tak ada sedikit pun cinta untuk ku...
Harapan yang tersisa kini telah jelas menguap tanpa alasan...
Hancur sudah mimpi – mimpi ku...
Apa yang dapat ku katakana pada dunia…
Saat mereka bertanya apa yang ku punya…
Aku sudah tak mempunyai wajah dihadapan mereka…
Hingga hati ku pun ikut mengeras…

11 juli 2008
Seakan mimpi...
Seorang Pangeran dari masa lalu kembali datang dalam kehidupan ku...
Semua yang seharusnya terjadi sejak lama...
Kini telah sempurna terucap...
Harapan yang telah terwujud,
Membuat ku membuka lembar kehidupan baru yang penuh dengan keindahan...
Setelah semua maaf terucap, tak akan lagi ada alasan untuk menangis...
2 Agustus 2008
Apa yang kini dapat aku banggakan...
Sebuah kehormatan pun tak ada...
Kini aku menjadi musuh bagi diri ku sendiri...
Apa itu patut dibanggakan...
Sungguh menyakitkan...
Kesalahan yang begitu fatal...

Terdiam... Aku tak tahu harus bagaimana mengartikan diam ku ini...
Apa karena takut, sedih, atau malu...
Bahkan mungkin karena senang...
Entahlah, hati ini begitu kacau mulai hilang kendali...
Mengapa saat keinginan besar itu tercapai,
Hati ini sedikit meragu...
Tuhan... Rencana apa lagi yang Kau buat untuk ku...
Aku memang lelah,
Tetapi aku akan bangkit...

28 Agustus 2008
Mengapa disaat kesempurnaan ini ku rasakan,
Mesti ada bagian yang menghilang...

21 September 2008
Aku tak pernah menyesal,
Pernah mencintai mu...
Karena bagai mana pun kau pernah memberikan kebahagiaan yang tak ternilai...
Hancur memang hati ku...
Tetapi lebih baik dari pada terus menyakiti mu...
Aku rela menggadaikan air mata ini,
Asalkan jangan pernah ada yang terluka karena ku...


22 September 2008
Penantian adalah hal yang paling tidak menyenangkan di dunia ini...
Tetapi saat semua yang dinanti datang hanya untuk menyakiti,
Lebih baik tak usah datang sama sekali…
Dia yang tak dapat ku sebut namanya,
Datang secepat kilat namun juga pergi secepat badai...
Meninggalkan sesal dan menyisakan luka...

25 September 2008
Mengapa keindahan itu mesti membutakan hati ku...
Hanya karena percikan cahaya yang suatu saat akan redup,
Aku telah meninggalkan kehangatan yang selama ini menyelimuti ku...
Impian kecil ku telah tercapai,
Namun hati ini tak merasakan sedikit pun rasa puas...
Dan dia... Orang yang begitu bijak...
Sahabat ku... Kini mulai menjauh...
Pergi perlahan bersama hembusan angin...

29 September 2008
Aku yakin takdir manusia telah ditetapkan Tuhan,
Bahkan jauh sebelum manusia itu dilahirkan…
Jadi sekarang untuk apa aku menyesali keadaan,
Karena pasti suatu hari nanti hal yang terbaik akan datang dengan sendirinya…
Disaat mimpi memaksa kita lupa pada kenyataan,
Sangatlah berat hati ini untuk memilih…
Akankah aku terus larut pada mimpi indah,
Yang suatu saat harus ku tinggalkan karena ada yang memaksa ku terbangun...
Ataukah kenyataan pahit,
Yang dapat menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi...
Bodohnya aku,
Karena selalu memposisikan diri ku sendiri pada pilihan...



TERIMA KASIH bagi siapapun yang telah bersedia membaca tulisan ini (yang tentunya tulisan yang sama sekali gak penting), tapi jika ada seseorang yang membaca karya kecil ku ini sampai habis itu adalah penghargaan besar bagi ku.

Semoga kamu yang membaca ini tidak salah mengartikan kehidupan ku, dan dapat mengambil barang sebait dua bait kata – kata ku untuk memotivasi dan menyadarkan bahwa hidup ini mesti dijalani bukan ditangisi.

Thank’s to someone
(FEBRI)

Senin, 12 Oktober 2009

ku tersadar.



hari ini aku bangun dengan berjuta tanya, "akan bagaimana aku hari ini ???"
kemarin aku begitu takut pada hidup, semalam aku berdo'a untuk hari ini, tapi bagaimana dengan hari esok ???
Tuhan berikan aku kekuatan, jadikan aku seorang bijak yang mengenal diriku sendiri, dan kuatkan aku agar bisa menantang kehidupan.
hai sobat... apakah kalian tidak bosan akan hidup yang begitu mononton ini !!!
mengapa kalian tidak mencoba hal yang lebih menarik, dengan satu langkah mendahului yang lainnya.