Salah satunya tertuliskan, "Membuka hati untuk dia yang mencintai ku."
Saat itu yang terlintas hanya penantian.
Setelah sekian kali bertepuk sebelah tangan, atau disia-siakan, akhirnya membesarkan hati untuk mencoba memulai dengan orang yang kelak akan mencintai ku.
Terlepas dari aku adalah seorang perempuan atau laki-laki, aku juga punya kesempatan untuk memilih.
Tapi ditahun itu, entah bagaimana dipertemukan dengan dia. Seperti sebuah jawaban.
Awal itu pun dimulai.
Kemudian semua menjadi hanya dia.
Tak ada lagi hasrat untuk memilih yang lain.
Apa lagi membuang-buang waktu memikirkan orang lain yang bahkan tidak memilih ku.
Terkadang kita dipertemukan dengan orang yang tidak tepat, mungkin untuk pelajaran (pikirku).
Dikecewakan, kemudian menjadi pengikhlas.
Dan di sia-siakan, kemudian menjadi tegar.
Seperti itu lah hidup.
Takdir hidup juga yang kemudian membawa semua ini sampai pada titik ini.
Sebuah pencapaian waktu yang tak singkat.
Dia. Dan mulai hanya dia.
Dia yang tak pernah mengucapkan apapun, tapi sikapnya jelas memperlihatkan tekadnya untuk mencinta.
Dia yang membagi perjalanannya dengan ku.
Dia yang belum pandai membuat prioritas, tapi sangat tau apa yang berharga bagi hidupnya.
Dia yang selalu takut. Hemm, entah apa yang dia takutkan. Takut aku berpaling (katanya), huftt..
Dia yang juga tak pandai berhitung. Tapi bersamanya memang sudah terlalu banyak hal terlewati tak terhitung banyaknya.
Jadi apa lagi selain bersyukur yang dapat dilakukan.
Berharap perjalanan ini masih akan terlalui bersama hingga tak berbatas.
Dan ini adalah potongan kenangan itu...
Happy 4 yearversary
Let's keep counting, and
Holiday more 😍































