Gw harus memilih, atas hidup gw yang amat rumit ini. Menyakiti diri sendiri, atau dia. Memang nggak seharusnya begitu, seharusnya nggak ada yang terluka ataupun merasa dirugikan. Tapi beginilah adanya, hanya seberkas mimpi2 yang menemani gw selama ini. Semakin hari gw semakin tersiksa dengan penyesalan itu, terlalu banyak luka yang gw toreh sama orang lain yang sudi menjanjikan sebuah kebahagiaan, walau mungkin sesaat. Gw patut dibenci, tapi jangan jauhi gw. Kasih gw pengampunan dengan mengizinkan gw melihat wajah lo, yang gw harap senantiasa melukiskan secercah kebahagiaan. Biarkan gw terus begini, gw akan meneruskan semua kisah tak berujung ini dengan cara gw, jangan pernah ada orang yang merasa harus bertanggung jawab atas hidup gw yang semakin tak terkendali ini. Mungkin ini pilihan yang gw buat tanpa gw sadari, sudah seharusnya gw bertanggung jawab atas hidup gw sendiri. Proses pendewasaan ini memang teramat berat, semoga dapat benar2 memberikan sebuah makna yang walaupun tak begitu menyenangkan tapi bisa menjadi kisah yang dapat diceritakan kembali.
Teruntuk lo, gw harap suatu ketika lo akan tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kita. Gw harap semua kesalah pahaman ini segera berakhir, dan kita bisa mulai dari awal lagi. Tolong beri gw satu kesempatan untuk menjelaskan semua, gw juga teramat ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang selama ini pernah lo korbankan. Jangan salahkan diri lo, semua sudah terjadi, biarkan berlalu. Sampai saat itu tiba, mungkin penantian ini akan terus melukai. Tapi lo tetap sebuah sumber energi yang akan membuat gw nggak akan berhenti untuk bangkit walau sudag jatuh tersempas sekeras apapun. Ini bukan lagi sekedar cinta, tapi lebih dari sebuat pengorbanan jiwa yang tak akan pernah berakhir.
Total Tayangan Halaman
INILAH KISAH KU
Anda hanya punya satu kesempatan untuk memutuskan, tapi juga sejuta kesempatan untuk memilih.
Facebook Badge
Senin, 21 Juni 2010
It's Over
Semua ini membuat Gw mulai meragu untuk kesekian kalinya.
Kenapa semua kepercayaan Gw dibalas dengan cara yang begitu hina, sebegitu nggak berartinya diri Gw untuk mereka.
Susah payah Gw yakinin diri Gw, berusaha menerima mereka dengan segala kekurangannya. Tapi yang Gw dapet hanya dusta.
"Setidaknya sebuah pemberitahuan adalah bukti penghargaan."
Sekarang Gw hanya bisa membohongi diri Gw demi sebuah kedamaian sesaat, menganggap tak ada yang pernah terjadi.
Mungkin benar, Gw sudah kehabisan waktu. Dan Gw akan memanfaatkan sedikit sisa waktu ini dengan baik.
Bagaimanapun, Gw akan tetap membuka tangan ini untuk mereka. Tapi Gw juga akan belajar untuk lebih egois, Gw harap mereka mulai dapat menghargai Gw sejak mereka sadar akan ketidak beradaan Gw di antara mereka nanti.
It's Over. Nothing everlasting friends.
Kenapa semua kepercayaan Gw dibalas dengan cara yang begitu hina, sebegitu nggak berartinya diri Gw untuk mereka.
Susah payah Gw yakinin diri Gw, berusaha menerima mereka dengan segala kekurangannya. Tapi yang Gw dapet hanya dusta.
"Setidaknya sebuah pemberitahuan adalah bukti penghargaan."
Sekarang Gw hanya bisa membohongi diri Gw demi sebuah kedamaian sesaat, menganggap tak ada yang pernah terjadi.
Mungkin benar, Gw sudah kehabisan waktu. Dan Gw akan memanfaatkan sedikit sisa waktu ini dengan baik.
Bagaimanapun, Gw akan tetap membuka tangan ini untuk mereka. Tapi Gw juga akan belajar untuk lebih egois, Gw harap mereka mulai dapat menghargai Gw sejak mereka sadar akan ketidak beradaan Gw di antara mereka nanti.
It's Over. Nothing everlasting friends.
Langganan:
Komentar (Atom)
