.gif)
Mengapa hanya PENGHIANATAN yang Gw dapat selama ini ? Apakah Gw nggak pantas mendapatkan kebahagiaan, walaupun hanya sesaat ?...
Gw udah nggak bisa percaya sama siapapun, orang – orang yang berjanji untuk selalu ada untuk Gw pergi meninggalkan Gw satu persatu. Apakah terlalu egois mengharapkan kehadiran mereka saat ini ?...
Gw cuma mau melihat, atau sekedar mendengar suara dan tawa mereka. Gw nggak butuh mereka tahu apa yang Gw alamin saat ini, Gw cuma ingin mereka merasakan kehadiran Gw.
Kenapa semua begitu menyakitkan untuk dialami, ingin rasanya Gw berteriak di wajah mereka, betapa marahnya Gw saat ini. Tapi Gw nggak sebodoh itu, untuk menjadikan orang lain sebagai kambing hitam atas apa yang sebenarnya mereka nggak tahu.
Mungkin Gw nggak bisa membagi amarah ini dengan siapapun, tapi apakah nggak ada seorangpun yang mau berbagi kebahagiaannya dengan Gw ?
Cukup sudah semua menguras air mata Gw, biar amarah ini menghilang beriringan dengan luka tubuh ini. Mengering, mengelupas, dan meninggalkan bekas.
Gw nggak bermaksud menyalahkan siapapun atas keadaan Gw, tapi satu hal yang Gw inginkan, mereka bisa menganggap kehadiran Gw. Karena disaat – saat seperti ini Gw selalu merasa nggak berarti, lemah, dan putus asa. Dengan tindakan mereka yang seperti ini, Gw merasa kalo kehadiran Gw itu nggak pernah diinginkan. Dan semakin meyakini Gw untuk cepat mengakhiri ini semua.
Tapi kondisinya belum separah itu, karena masih ada orang – orang yang mau perduli, walupun nggak seperduli seperti yang Gw harapin. Gw akan coba bertahan untuk alasan kemanusiaan. Dengan harapan suatu hari nanti Gw bisa membantu orang – orang yang berada seperti kondisi Gw saat ini, untuk itu Gw akan menikmati tiap luka ini dan mengambil pelajaran darinya.
Thank’s God, you give me a power to look and achieve my dreams.
And please, protect they’re for me.
